Sidoarjo, tagarjatim.id – Seorang sopir taksi online ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang terparkir di jalan Bypass Terminal 1 Bandara Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Diduga korban meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya sejak lama.
Menurut Andik Wibowo, saksi mata yang pertama kali menemukan korban itu menyebut, pada saat itu dirinya hendak membeli kopi. Saat melintas di samping mobil Toyota Innova Reborn bernomor polisi W 1386 WN, Andik melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Sekitar jam setengah 7, waktu itu saya mau beli kopi. Saya lihat kaca samping mobil terbuka, akhirnya saya intip ke dalam, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi duduk dan miring ke kiri,” ujar Andik, Rabu (3/12/2025).
Usai menemukan jenazah yang diketahui bernama Anjik, warga Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Andik langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat Kepolisian.
“Takut kalau ada apa-apa, saya langsung telepon polisi,” tambahnya.
Usai mendapatkan laporan tersebut, aparat Kepolisian Polsek Sedati bersama Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo datang ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan kepada tubuh korban yang sudah mulai membengkak. Hasilnya, Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh almarhum Anjik.
“Dari pemeriksaan awal, kami tidak menemukan unsur kekerasan, kami hanya menemukan sejumlah obat yang diduga milik korban di dasboard mobilnya,” ujar Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto.
Masyita menambahkan bahwa korban yang sebelumnya selesai mengantarkan penumpang dari Bandara Internasional Juanda itu meninggal dunia, diduga disebabkan lantaran sakit gagal ginjal yang telah di derita korban sejak lama. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan anak korban bermana Linda.
“Anak korban mengaku kalau ayahnya sudah lama mengidap gagal ginjal, yang setiap 2 kali dalam seminggu diwajibkan untuk cuci darah,” tambah Masyita.
Polisi sendiri langsung mengevakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, untuk selanjutnya di lakukan identifikasi kepada korban, yang selanjutnya akan diserahterimakan kepada keluarganya.(*)




















