Sidoarjo, tagarjatim.id – Bupati Sidoarjo Subandi meminta agar pembangunan rumah pompa (boezem) di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, dipercepat agar tidak melampaui batas waktu pengerjaan. Hingga hari ini, progres pembangunan rumah pompa senilai Rp 7 miliar itu masih tertinggal jauh dari target yang telah ditetapkan, Senin (01/12/2025).

Menurut Subandi, pembangunan pintu air yang seharusnya rampung pada 26 Desember itu dipastikan tidak akan terpenuhi apabila tidak ada percepatan signifikan di lapangan. Ia menyebut deviasi pekerjaan masih cukup besar, sehingga risiko proyek melewati tenggat waktu semakin tinggi.

“Ada deviasi sekitar 30 persen. Batas kontrak proyek adalah 26 Desember. Namun, hingga Kamis kemarin proyek baru tergarap sekitar 40 persen. Kalau tinggal waktu 3 minggu lagi, rasanya tidak selesai,” ungkap Bupati Subandi.

Subandi sendiri telah melakukan pertemuan secara tertutup dengan Kepala Dinas PU Bina Marga, Dwi Eko Saptono, serta pimpinan Bagian Pemerintahan dan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sidoarjo, serta konsultan pengawas proyek dari CV Pandu Adhigraha tanpa dihadiri oleh Pihak pelaksana proyek yakni CV Barokah Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, Subandi meminta Dinas PU Bina Marga memperketat pengawasan terhadap pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, terutama pekerjaan lantai bawah. Ia juga menegaskan agar kontraktor menambah tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian bagian tersebut.

“Yang terpenting lantai bawah harus dimaksimalkan dulu. Jumat besok lantai bawah itu sudah harus selesai,” ujar Subandi.

Menurutnya, jika lantai bawah rumah pompa tersebut selesai, pengerjaan bagian lainnya akan lebih mudah. Selain itu, lantai bawah yang sudah berfungsi turut membantu pengaturan debit air yang selama ini menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Tanggulangin menuju muara.

“Kalau lantai bawah selesai semua, saya yakin pekerjaan bisa selesai. Tapi kalau tidak, dengan sisa waktu tiga minggu plus tambahan 50 hari, saya ragu bisa tuntas,” ucapnya.

Subandi menambahkan, bahwa dengan dibangunnya rumah pompa di Kedungpeluk tersebut, bisa menjadi solusi banjir yang selama ini kerap menggenangi sejumlah desa yang ada di Kecamatan Tanggulangin. Ia tidak ingin proyek ini berakhir pada ketidakmampuan kontraktor dalam memenuhi tenggat waktu pekerjaan.

“Jika sampai tidak selesai, dampaknya besar. Banjir bisa terjadi berminggu-minggu, kasihan warga Tanggulangin yang terus kebanjiran,” tegas Subandi.

Seperti yang diketahui, sebelumnya ada total 7 desa di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang lebih dari sepekan tergenang banjir dengan ketinggian antara 5 hingga 40 sentimeter. Akibat dari genangan tersebut, sebanyak 652 siswa SMPN 2 Tanggulangin itu terpaksa melaksanakan ujian Sumatif Akhir Semester (SAS) secara daring. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H