Malang, tagarjatim.id – Kepergian Erawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jalan Demak-Juwok, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Erawati menjadi salah satu korban yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.

Suami korban, Suyitno menceritakan, komunikasi dengan sang istri terakhir kali dilakukan dengan panggilan video. Saat itu korban dalam kondisi kritis dengan kepungan asap yang semakin memenuhi ruangan.

“Saat itu saya bersama saudara menyaksikan kondisi Erawati melalui video call. Saat terlihat asap mulai memenuhi ruangan. Dan istri saya terlihat masih menggendong balita yang merupakan anak majikan,” kata Suyitno, saat ditemui Tagarjatim.id, Senin (1/12/2025).

Ia tidak pernah membayangkan bahwa panggilan video saat itu menjadi komunikasi terakhirnya. Bahkan Erawati sempat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga sebelum panggilan video itu terputus. Selain itu Erawati juga menyampaikan tak kuat menahan kepungan asap yang terus memenuhi ruangan.Panggilan video itu dilakukan Erawati sekitar 30 menit lamanya.

” Istri saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga dalam video call itu. Ia juga mengatakan tak kuat menahan kepungan asap yang semakin penuhi ruangan. Sekitar 30 menit video call kemudian terputus,”tambah Suyitno.

Kabar kepastian kondisi Erawati kemudian disampaikan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong pada Sabtu (29/11/2025) kepada pihak keluarga. Pihak KJRI Hongkong menyatakan Erawati salah satu korban meninggal dalam insiden kebakaran apartemen tersebut.

“Pihak KJRI hongkong menghubungi saya dan menyampaikan istri saya meninggal dalam peristiwa kebakaran,” tegas Suyitno.

Hingga kini, keluarga belum memperoleh kepastian kapan jenazah Erawati akan dipulangkan ke Indonesia. Mereka masih menunggu konfirmasi dari otoritas Hong Kong dan pihak agensi.

Di balik kepergiannya yang tragis, Erawati menyimpan sebuah mimpi sederhana, membangun warung sembako di kampung halamannya, di Keduwung Desa Pojok, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut Suyitno, Erawati sudah sejak setahun lalu merencanakan usaha kecil itu. Ia ingin memiliki penghasilan sendiri tanpa harus kembali merantau.

“Rencananya pulang bangun toko sembako, di Keduwung Desa Pojok. Niatnya buka toko sambil menemani neneknya. Tokonya sudah terbangun,” tambahnya.

Ide membuka usaha itu datang dari Erawati sendiri, yang ingin hidup lebih dekat dengan keluarga.

“Istri saya sendiri yang ingin, karena pinginnya bikin usaha sendiri biar tidak bolak-balik ke luar negeri lagi,” tutup Suyitno. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H