Penulis : Dixs Fibrian

Malang, Beritasatu.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah menurunkan stunting. Hal itu diungkapkan dalam peringatan Harlah Muslimat NU ke-78 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (5/5/2024).

Khofifah mengungkapkan dalam penanganan stunting memang harus ada intervensi. Terlebih lagi pada masa emas pertumbuhan anak atau pada seribu hari kelahiran anak.

Menurut dia, penanganan bayi yang terindikasi stunting cenderung sudah terlambat. Untuk itu, pencegahannya harus dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan gizi pada ibu dan bayi.

Ia menjelaskan, salah upaya yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan konsumsi satu butir telur sehari untuk anak yang terindikasi stunting. Dengan itu, kebutuhan protein pada anak terindikasi stunting bisa dipenuhi setiap harinya.

“Muslimat harus menjadi penguat bagaimana kita bisa melahirkan generasi yang cerdas,” ungkapnya.

Khofifah juga mengajak Muslimat NU untuk mengambil peran dalam membangun generasi Indonesia yang cerdas dan mempunyai akhlak karimah atau memiliki akhlak yang baik dan terpuji.

Hal tersebut bisa dimulai dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak, Raudaltul Athfal, dan juga Taman Pendidikan Al-Quran yang dikelola Muslimat NU. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H