Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan tenaga kerja di sektor hiburan. Langkah itu salah satunya diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada Demaster Karaoke Kepanjen, penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Malang, Jumat (21/11/2025).
Hiburan Demaster Karaoke Kepanjen dinilai konsisten menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta program pencegahan HIV bagi seluruh karyawannya.
Penghargaan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin mendorong pelaku usaha hiburan mengadopsi standar perlindungan pekerja yang lebih tinggi, sektor yang selama ini kerap dipandang rawan dan kurang perhatian terhadap aspek keselamatan.
Owner Demaster Karaoke, Andy Kristina, menyampaikan bahwa perlindungan pekerja telah menjadi prioritas operasional perusahaan. Menurutnya, keberadaan tempat hiburan tidak seharusnya identik dengan minimnya perhatian terhadap keselamatan dan hak tenaga kerja.
“Keselamatan pekerja bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi bentuk penghormatan kami terhadap manusia yang setiap hari bekerja bersama kami,” terang Andy Kristiana, kepada Tagarjatim.id, Sabtu (22/11/2025).
Manajemen Demaster secara rutin menggelar edukasi kesehatan, pemeriksaan fisik berkala, serta program pencegahan HIV. Andy memastikan seluruh karyawan memiliki akses layanan kesehatan tanpa rasa takut ataupun stigma. Ia menegaskan komitmen ini dijalankan sejak awal usaha berdiri.
“Kami ingin mematahkan stigma bahwa tempat hiburan tidak peduli pada pekerja. Kami justru menempatkan keselamatan mereka sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Menurut Andy, pengakuan dari Pemkab Malang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas operasional perusahaan, sekaligus menginspirasi pelaku usaha hiburan lainnya di wilayah tersebut.
“Jika pekerja dilindungi, mereka akan bekerja lebih nyaman dan loyal. Ini investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperluas program edukasi dan perlindungan pekerja, terutama di industri hiburan yang kerap menghadapi tantangan sosial dan stereotip. Demaster, lanjutnya, siap terlibat dalam berbagai kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Keberhasilan bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi bagaimana perusahaan memperlakukan sumber daya manusianya,” pungkasnya.(*)




















