Lamongan, tagarjatim.id – Sebuah jembatan penghubung antar kabupaten di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ambruk setelah diguyur hujan deras selama sepekan terakhir. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan tangga bambu untuk bisa melintasi jembatan tersebut.

Pada Jumat siang, terlihat kondisi jembatan yang merupakan akses vital penghubung Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro itu telah ambrol pada bagian pondasinya. Warga yang ingin menyeberang harus menaiki tangga bambu yang dipasang darurat oleh warga sekitar.

Kepala Dusun Godog, Masudi, menjelaskan bahwa peristiwa ambruknya jembatan terjadi pada Selasa malam. Saat itu, hujan deras selama sekitar dua jam membuat tanah di sekitar jembatan tergerus. Kondisi tersebut menyebabkan tiang pondasi jembatan patah hingga seluruh konstruksi jembatan ambruk.

Akibat kerusakan tersebut, warga di 12 desa terdampak dan harus memutar hingga belasan kilometer untuk bisa beraktivitas. Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter itu diketahui telah dibangun sejak tahun 1997 dan kini berusia sekitar 27 tahun.

Sejumlah warga terdampak turut mengeluhkan kondisi tersebut karena jembatan merupakan akses penting bagi aktivitas harian, termasuk bagi anak-anak sekolah.

“Kini warga kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya lewat jembatan ini, tetapi sekarang terpaksa berjalan kaki dan naik turun tangga bambu,” ujar Masudi.

“Kami berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan ini. Warga sangat bergantung pada akses tersebut,” tambah Priyanto, salah satu warga.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan mengingat jembatan tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan dua kabupaten dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H