Sidoarjo, tagarjatim.id – Tak hanya jalan dan rumah warga yang masih tergenang akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai, bangunan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo juga ikut terendam banjir. Sebanyak 105 penghuni terpaksa dievakuasi pada Kamis (20/11/2025).

Plt Kepala UPT PP Rehsos, Kristian Yudi Arianto, mengatakan banjir mulai masuk ke area gedung sejak Kamis dini hari. Genangan kemudian terus meninggi hingga merambah hampir seluruh ruangan tempat tinggal para Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter.

“Banjir sudah mulai masuk dan menggenangi halaman Liponsos sejak dini hari, lalu makin tinggi hingga masuk ke dalam ruangan yang dihuni ODGJ,” ujarnya.

Karena kondisi tersebut, Yudi bersama jajarannya langsung mengevakuasi 105 penghuni ke ruangan yang lebih tinggi agar mereka tidak terdampak banjir dan tetap merasa aman.

“Semuanya kami tempatkan ke ruangan yang lebih tinggi dan tidak tergenang, supaya mereka tenang,” tambahnya.

Yudi memastikan seluruh penghuni dalam kondisi aman. Hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan seperti diare. Bahkan, menurutnya, sebagian penghuni terlihat tetap ceria.

“Mereka malah lebih senang kalau banjir, ramai sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir kali ini berbeda dari biasanya. Selama ini genangan hanya terjadi di area teras dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter dan tidak pernah sampai masuk ke ruangan.

“Kami juga kaget, karena biasanya banjir tidak sampai begini. Ini yang paling parah yang saya lihat, di jalan bahkan sampai 40 sentimeter,” jelasnya.

Lantaran jalan dan hampir seluruh ruangan di lingkungan Liponsos masih terendam, UPTD Liponsos Kabupaten Sidoarjo untuk sementara menutup layanan hingga banjir surut.

“Untuk sementara ditutup layanannya. Tadi sempat ada pasien dari Sukodono, tapi saya arahkan ke RSJ Menur Surabaya,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H