Tagarjatim.id – Gunung Semeru tidak hanya dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, tetapi juga sebagai salah satu tempat yang sarat cerita mistis dan legenda. Di kalangan masyarakat setempat, mitos Gunung Semeru menjadi bagian dari warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Cerita-cerita ini hadir bukan sekadar dongeng, tetapi juga sebagai pengingat bahwa alam harus dihormati dan dijaga.

Salah satu mitos Gunung Semeru yang paling terkenal adalah kisah tentang Mahameru sebagai tempat bersemayam para dewa. Konon, puncak Semeru diyakini sebagai “atapnya Pulau Jawa”, tempat suci yang menjadi pusat keseimbangan alam. Masyarakat meyakini bahwa siapa pun yang mendaki gunung ini harus menjaga sikap dan bicara agar tidak mengganggu penghuni gaib yang dipercaya tinggal di kawasan tersebut.

Legenda lain menceritakan bahwa Semeru adalah gunung yang dipindahkan oleh para dewa dari India untuk menyeimbangkan Pulau Jawa yang kala itu dianggap miring. Proses pemindahan itu digambarkan sebagai perjalanan sakral yang meninggalkan jejak berupa gunung-gunung besar di sepanjang Pulau Jawa. Cerita ini menjadi salah satu mitos Gunung Semeru yang paling sering diceritakan kepada para pendaki baru.

IMG 20251119 WA0094
Puncak Mahameru (Foto : Hari istiawan/tagarjatim.id)

Di kalangan pendaki, terdapat pula kepercayaan bahwa Danau Ranu Kumbolo adalah tempat yang harus dijaga kesuciannya. Banyak yang percaya bahwa suasana tenang di danau itu tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kehadiran makhluk-makhluk tak kasatmata yang menjaga kawasan tersebut. Memelihara perilaku sopan dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada “penjaga” gunung.

Selain itu, masyarakat juga meyakini adanya pantangan tertentu, seperti tidak boleh berbicara kasar, tidak boleh meremehkan gunung, atau melakukan hal-hal yang dianggap tidak pantas. Mitos ini muncul sebagai bentuk edukasi moral, agar para pendaki lebih berhati-hati, menghormati alam, serta menjaga keselamatan diri selama berada di kawasan Semeru.

Terlepas dari benar-tidaknya cerita tersebut, mitos Gunung Semeru telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa. Ia mengajarkan tentang hubungan manusia dengan alam—bahwa gunung bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang yang memiliki nilai spiritual dan sejarah panjang.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H