Penulis : Dixs Fibrian

Jombang, tagarjatim.com – Sebanyak 12 pasien di RSUD Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, belasan pasien lainnya masih dirawat akibat serangan penyakit yang disebabkan nyamuk Aydes Aigepty tersebut.

Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah mengatakan jika sampai saat ini jumlah pasien penyakit demam berdarah terus berdatangan. Bahkan, hingga Senin (22/4/2024) jumlah pasien yang masih mendapatkan perawatan intensif berjumlah 15 pasien.

Dari jumlah itu, 13 di antaranya anak-anak dan dua orang lainnya usia dewasa. “Saat ini kondisi pasien mayoritas sudah membaik dan masih tetap mendapatkan perawatan hingga kondisinya stabil,” ujarnya Rabu (24/4/2024).

Sa’diyah mengaku dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, pasien DBD yang meninggal dunia terdata 12 orang, 2 pasien diantaranya masih anak – anak. Mereka rata-rata meninggal karena saat dibawa ke rumah sakit kondisinya kurang baik atau mengalami dengue shock syndrome.

“Pasien yang meninggal mayoritas rujukan dari puskesmas, dengan kondisi mengalami dengue shock syindrome. Total pasien meninggal ada 12 pasien, Februari sembilan pasien, Maret satu pasien dan April dua pasien,” ungkapnya.

Sa’diyah menjelaskan meskipun jumlah pasien DBD terus berdatangan ke rumah sakit, ia menyebut tren penyakit ini sudah mulai menunjukkan penurunan. Tapi, dia tetap meminta warga waspada agar selalu menjaga lingkungan dengan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang berbagai barang.

Sementara itu, dengan merebaknya serangan wabah DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terus melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah, agar mereka selalu menjaga kebersihan di lingkungannya, terutama membersihkan tempat penampungan air baik di supaya aman dari jentik nyamuk Aydes Aigepty. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H