Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Komunitas peternak kambing Peranakan Etawa (PE) Kaligesing di Malang Raya kembali menunjukkan geliat usahanya. Melalui perayaan Anniversary ke-7 Malang Peranakan Etawa Community (MAPEC), para peternak menggelar Latihan Bersama (Latber) dan bursa lelang kambing PE Kaligesing di Stadion Gunung Kembar, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 60 ekor kambing yang diperlombakan pada empat kelas, yakni Kelas E jantan dan betina serta Kelas D jantan dan betina. Para peserta memperebutkan gelar juara 1 hingga 3 dan hadiah pembinaan jutaan rupiah. Antusiasme peternak disebut cukup tinggi meskipun kontes digelar dalam skala lokal.

“Alhamdulillah ada 60 lebih peserta yang hadir. Mereka semua berasal dari Malang Raya,” ujar Ketua Panitia Latber MAPEC, Hamzah, Senin (17/11/2025).

Menurut Ketua MAPEC, Ugik Harianto, jumlah peternak kambing PE Kaligesing di Malang Raya sesungguhnya sangat besar. MAPEC sendiri memiliki puluhan anggota yang tersebar di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Ia menilai seni memelihara kambing PE menarik banyak peminat, meski membutuhkan perawatan ekstra untuk menghasilkan kualitas terbaik saat mengikuti kontes.

“Jumlahnya sangat banyak. Kambing PE itu memiliki seni tersendiri. Meski perawatannya ekstra, banyak yang tertarik karena peluang nilainya besar,” kata Ugik, yang juga pemilik Berkah Sepanjang Farm di Gondanglegi.

Harga kambing PE Kaligesing memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk anakan usia 2–3 bulan di kelas E saja, harganya mencapai Rp20–25 juta. Jika kambing tersebut berprestasi, nilainya bisa melambung berkali-kali lipat.

“Untuk kelas tertinggi, yaitu kelas A, ada yang harganya sampai ratusan juta. Hadiah kontes mungkin tidak seberapa, tapi prestasi itu meningkatkan nilai jual kambing secara signifikan,” jelas Ugik.

Potensi ekonomi yang besar itu membuat peternakan kambing PE menjadi salah satu sektor yang dinilai layak mendapat perhatian pemerintah. Korwil MAPEC Kota Malang, Lucky Aditya, menuturkan bahwa para peternak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa berkembang lebih jauh.

“Peternak PE Kaligesing telah membuktikan bahwa kambing juga bisa mahal. Sudah saatnya mereka mendapat pendampingan, pelatihan digital marketing, hingga akses permodalan,” ujar Lucky.

Ia menambahkan bahwa prestasi peternak dalam kontes tingkat nasional turut membawa nama Malang ke kancah nasional. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pendampingan dinilai penting agar peternak bisa berkembang sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal berbasis peternakan.(*)

selamat tahun baru 2026