Jombang, tagarjatim.id – Satreskrim Polres Jombang memastikan kematian Tri Retno Jumilah (55), ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merupakan kasus pembunuhan. Korban ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya pada Kamis (13/11/2025), tertutup selimut.
Dari hasil autopsi, polisi menduga kuat pelaku pembunuhan adalah suami siri korban, berinisial P, yang hingga kini belum ditemukan.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin, mengatakan hasil autopsi menunjukkan terdapat banyak luka di kepala dan memar di sekujur tubuh korban akibat benturan benda tumpul. Tidak hanya itu, sejumlah tulang korban juga mengalami patah.
“Ada patah tulang rahang bawah kanan, tulang pipi kanan, lengan atas kanan, serta pita iga kanan ke-4, 5, dan 6. Semuanya akibat kekerasan tumpul. Cara kematiannya tidak wajar, sehingga dapat disimpulkan korban merupakan korban pembunuhan,” ujar Dimas, Jumat (14/11/2025).
Menurut hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari empat hari sebelum ditemukan dalam kondisi membusuk.
Dimas menjelaskan, berdasarkan olah TKP, terdapat tiga pintu masuk di rumah korban. Dua pintu masih dalam kondisi terkunci, sementara satu pintu lainnya tidak ditemukan kuncinya. Ketidakhadiran P di rumah saat jasad korban ditemukan memperkuat dugaan bahwa suami siri korban merupakan pelaku.
“Dari keterangan saksi, mereka menikah siri sejak 2016. Saat korban ditemukan, suami sirinya tidak ada di lokasi. Karena itu kami menduga pelaku adalah P. Saat ini kami masih melakukan pengejaran,” jelasnya.
Polisi juga mendapati satu barang berharga milik korban hilang, yakni sepeda motor Yamaha Vixion. Namun, perhiasan korban tidak tersentuh dan masih tersimpan rapi.
Penemuan jenazah Tri Retno bermula ketika anak korban, Eko Nursoleh (40), mendatangi rumah sang ibu. Setelah pintu rumah diketuk berulang kali tanpa jawaban, Eko merasa curiga dan mendobrak pintu belakang. Ia kemudian menemukan ibunya terbujur kaku di dalam kamar, dalam kondisi sudah membusuk.
Diketahui, korban sehari-hari berjualan kopi di kawasan Pasar Mojoagung, sementara suami sirinya, P, disebut tidak bekerja karena menderita diabetes.
Polisi kini terus memburu keberadaan P untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut secara utuh.(*)




















