Sidoarjo, tagarjatim.id – Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR akan segera membangun Pondok Pesantren Al Khoziny, dalam waktu dekat. Seperti diketahui bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny ambruk, dan menewaskan lebih dari 60 santri pada akhir september lalu. Pembangunan ini nantinya akan dilakukan di lahan yang baru seluas 4.100 m².

Menurut Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR, Dewi Chomistriana, pemindahan pembangunan Ponpes di lahan baru ini dipilih oleh pemerintah lantaran sejumlah aspek keamanan yang dinilai masih belum terpenuhi. Jika nantinya tetap melakukan pembangunan bangunan baru sebagai pengganti bangunan lama, yang sebelumnya di nilai telah cacat konstruksi oleh pakar bagunan ITS akan membahayakan.

“Karena kami mempertimbangkan di sana tentunya ada proses yang tetap harus berjalan, kemudian kita bisa lihat di sana aksesnya juga sangat terbatas pada saat kemudian terjadi kejadian seperti kemarin, akses untuk alat berat itu juga sangat sulit,” ujarnya, Kamis (13/11/2025)

Proses pembangunan ini sendiri, kini tengah dalam penyiapan detail desain teknik pembangunan serta proses penyelesaian administrasi tanah yang nantinya akan digunakan pembangunan Ponpes Al Khoziny. Diharapkan proses pelaksanaan pembangunan sudah dimulai pada akhir tahun ini.

“Sekarang masih disiapkan engineering design-nya, mudah-mudahan bisa segera disetujui dan di-approve dan juga penyelesaian administrasi tanahnya. Semoga akhir tahun ini sudah dimulai,” tambahnya.

Dewi menambahkan bahwa hingga penghujung tahun ini, akan ada total 80 Ponpes di 9 Provinsi di Indonesia, yang akan melalui audit oleh Ditjen Cipta Karya dalam hal keandalan bangunan dari pondok pesantren, yang meliputi kekuatan struktur, Metode Pelaksanaan Bangunan (MPB), sisi kelistrikan, penangkal petir, hingga dari sisi air minum dan sanitasinya.

“Jadi harapan kami ke depan pondok pesantren ini juga memiliki bangunan dan infrastruktur yang memang betul-betul layak dan sesuai dengan standar keteknisan,” tambah Dewi.

Tak hanya 80 Pondok Pesantren di 9 Provinsi yang nantinya akan melalui proses audit oleh pihak Ditjen Cipta Karya. Proses ini juga akan berlanjut ke Ponpes yang lain, yang ada di seluruh Indonesia.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H