Sidoarjo, tagarjatim.id – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan memberikan beasiswa pendidikan penuh hingga lulus SMK kepada Aprilia Nur Intan Saputri, adik dari almarhum Abdul Rohid.

Rohid, yang merupakan anggota Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 11 (TEP), meninggal dunia pada 10 November lalu.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi nyata almarhum bagi negara, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

“Seyogianya, almarhum diwisuda pada bulan September lalu. Namun, ia memilih menunda wisuda untuk bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot dan mengabdi di garis depan pembangunan Indonesia,” ujar Iftitah dalam sambutannya, Selasa (11/11/2025).

Tidak hanya beasiswa hingga SMK, Kementerian Transmigrasi juga akan memberikan pendampingan kepada Aprilia untuk memperoleh beasiswa Bidikmisi atau sejenisnya, sehingga dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.

“Kementerian Transmigrasi telah berkoordinasi dengan Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Insya Allah, kami akan berkolaborasi secara maksimal untuk mewujudkan wasiat almarhum yang menginginkan adiknya menyelesaikan pendidikan strata satu,” tambah Iftitah.

Selain beasiswa, Kementrans menganugerahkan Gelar Patriot Transmigrasi kepada Abdul Rohid. Pemerintah juga akan memberikan baju batik terbaik bagi keluarga almarhum untuk digunakan dalam wisuda Rohid yang dijadwalkan pada Maret 2026.

“Kami akan memberikan batik terbaik bagi orang tua dan saudara korban agar dapat dikenakan pada wisuda almarhum mendatang,” kata Iftitah.

Abdul Rohid adalah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan anggota Tim Ekspedisi Patriot 11 (TEP). Ia ditugaskan di kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah, sejak akhir Agustus lalu.

“Adik saya bergabung sebagai anggota Tim Ekspedisi Patriot 11 di Sulawesi Tengah pada akhir Agustus,” ujar Abdul Basid, kakak almarhum.

Menurut Basid, Rohid meninggal dunia pada 10 November di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo setelah menjalani perawatan intensif selama 15 hari. Hasil pemeriksaan tim dokter menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah radang paru-paru (pneumonia).

“Menurut dokter RSUD Sidoarjo, adik saya meninggal karena pneumonia. Kondisi tubuhnya drop, sehingga rentan terkena radang paru-paru,” jelas Basid.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyerahkan ijazah dan secara simbolis menganugerahkan gelar sarjana kepada almarhum.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H