Jember, tagarjatim.id – Berbagai kampus di Indonesia terus berlomba melakukan riset pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Seperti yang dilakukan kampus Universitas Jember (Unej) yang resmi meluncurkan Artificial Intelligence (AI) Center for Industrial Agriculture, sebuah pusat riset dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada penguatan sektor pertanian modern.

Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset terapan yang memadukan teknologi digital dengan sistem agroindustri, sekaligus menegaskan visi Unej sebagai kampus berbasis agroindustri yang berdaya saing global.

Menurut Rektor Unej, Iwan Taruna, AI Center ini dirancang sebagai pusat pengembangan, penelitian, dan hilirisasi teknologi dengan dukungan High Performance Computer (HPC) berkapasitas besar. Infrastruktur ini memungkinkan pelatihan model AI skala luas, mempercepat proses riset, dan menghasilkan berbagai inovasi unggulan di tiga bidang utama:

  1. Pertanian Cerdas, melalui pengembangan AI, IoT, dan Machine Learning untuk meningkatkan produktivitas, mencegah serangan hama, serta memantau kualitas tanaman dan rantai pasok.
  2. Kesehatan dan Robotika, dengan inovasi seperti Robot Terapi Pasca-Stroke dan Rangka Tangan Eksoskeleton yang dikembangkan di Laboratorium Sistem Cerdas dan Robotika.
  3. Disabilitas dan Mobilitas, lewat penciptaan Robot Penunjuk Jalan bagi penyandang tunanetra dan Smart Wheelchair yang dapat dikendalikan menggunakan gerakan kepala atau sinyal IMG.

Dalam peluncurannya, Unej juga memamerkan 12 produk inovasi unggulan hasil kolaborasi dengan perusahaan rintisan Precision Agriculture Indonesia, yang didirikan oleh guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Unej, Prof. Bayu Taruna.

Produk-produk tersebut menampilkan solusi nyata untuk pertanian cerdas (Smart Farming), di antaranya AgriIno dan AbsorRub.

CEO Precision Agriculture Indonesia, Afiq Nurdiansyah Putra, menjelaskan bahwa AgriIno telah digunakan oleh beberapa koperasi dalam Komunitas Kopi Jember. Sementara AbsorRub kini sedang diuji ketahanannya di PTPN 1 Glantangan.

“Untuk petani skala kecil (small holder), AgriIno hadir sebagai solusi low cost untuk mengukur klorofil daun dan mengestimasi pemupukan dengan prediksi AI. Alat ini juga sudah digunakan oleh beberapa koperasi di Komunitas Kopi Jember. Sementara di skala industri, AbsorRub dirancang untuk mengukur Kadar Karet Kering (K3) yang mampu mengestimasi K3 dengan akurasi 86 hingga 88% dalam jangka waktu kurang dari 1 menit. Untuk saat ini Absorrub sedang diuji ketahanannya di PTPN 1 Glantangan,” jelas Afiq.

AI Center ini akan menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan riset terapan yang mampu menjawab tantangan nyata di sektor pertanian, mulai dari prediksi hasil panen, deteksi penyakit tanaman, hingga manajemen irigasi presisi.

Peresmian AI Center berlangsung di Auditorium Universitas Jember sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 UNEJ. Acara ini dihadiri oleh Ketua Senat, Rektor UNEJ, para wakil rektor, dekan, peneliti, serta sivitas akademika.

Langkah inovatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Ia menilai inisiatif UNEJ sebagai contoh nyata bagaimana perguruan tinggi mampu memadukan kecerdasan buatan dengan inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

“Langkah Universitas Jember ini menunjukkan riset yang berdampak, inovasi yang memecahkan masalah, dan pendidikan yang memberdayakan masyarakat. Inilah wujud nyata dari tridharma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Brian Yuliarto.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H