Penulis : Aming Naqsabandi

Kediri, tagarjatim.com – Para pedagang di sentra kuliner malam Jalan Dhoho Kediri, Jawa Timur, diminta untuk menulis harga jualannya. Hal itu sebagai upaya mencegah aji mumpung selama arus mudik Lebaran 2024.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Wahyu Kusuma Negara menjelaskan pihaknya juga telah koordinasi dengan para PKL agar memasang soal harga makanan yang dijual. Hal ini menindaklanjuti kekhawatiran masyarakat mengenai fenomena harga yang aji mumpung oleh PKL (pedagang kaki lima) selama musim mudik.

Ia menjelaskan Jalan Dhoho adalah jantungnya Kota Kediri. Sebagai ikon wisata dan ekonomi, Jalan Dhoho memiliki daya tariknya tersendiri saat berkunjung ke Kediri untuk menikmati makanan khas yakni nasi pecel dan tumpang. Selain itu, ada banyak kuliner malam lainnya seperti nasi goreng, mi goreng dan sebagainya.

“Jangan sampai ikon ini tercoreng namanya akibat PKL yang aji mumpung mematok harga. Untuk itu perlu kami lakukan langkah antisipasi,” kata dia Sabtu (6/4/2024) malam.

Sementara itu, Putri (24) warga Kota Kediri yang juga penikmat kuliner di Jalan Dhoho menilai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri ini memang perlu dilakukan demi kebaikan bersama.

“Upaya yang sangat bagus, karena ini melibatkan banyak lini, baik secara ekonomi, sosial bahkan budaya. Demi kebaikan bersama ada baiknya harga ditulis dengan jelas, jadi bagi saya bisa lihat harga dulu sebelum beli, uangnya cukup atau tidak,” kata Putri.

Jalan Dhoho Kediri dikenal sebagai setra kuliner malam. Selain nasi pecel tumpang, ada juga nasi goreng, mi goreng, aneka kopi dan berbagai macam kuliner malam lainnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H