Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Kasus penemuan jasad Abdul Azis Sofi’i (36) warga Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Bakalan Krajan, Sukun, Kota Malang, diselidiki Satreskrim Polres Malang. Hasil autopsi korban yang ditemukan di kawasan Hutan Gunung Katu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (1/4/2024) itu meninggal karena dibunuh.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim forensik terungkap bahwa mayat membusuk yang ditemukan di Gunung Katu korban pembunuhan.

“Dari hasil autopsi yang kami terima hari ini, bahwa mayat yang ditemukan di Gunung Katu diduga korban pembunuhan,”kata Gandha kepada wartawan di Polsek Wagir, Sabtu (6/4/2024).

Kasatreskrim menjelaskan dari hasil pemeriksaan forensik ditemukan ada tiga bekas luka senjata tajam di bagian tubuh korban. Sehingga diduga kuat korban pembunuhan.

“Temuan itu juga diperkuat oleh keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan. Di leher korban terdapat luka sayatan benda tajam,” tandasnya.

Oleh karena itu, untuk mengungkap kasus ini, kata Ghanda, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan meminta keterangan sejumlah saksi, dan mengumpulkan petunjuk di lokasi kejadian. “Kami tentunya akan melakukan penyelidikan kami akan mencari saksi-saksi, dengan mencoba meminta keterangan dari orang terdekat. Mudah-mudahan perkara ini bisa segera terungkap,” ujarnya.

Seperti diberitakan pada Senin (1/4/2024), Abdul Aziz Sofi’i ditemukan tewas misterius di kawasan hutan Gunung Katu, Desa Sumbersuko, Wagir, Kabupaten Malang. Korban ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tertelungkup dan membusuk oleh adiknya bersama tim SAR di hutan Gunung Katu.

Sebelum jasadnya ditemukan meninggal korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya dan dilaporkan ke Polsek Sukun, Kota Malang, pada Jumat (29/3/2024), karena korban meninggalkan rumah sejak Rabu (27/3/2024) malam.

Tak lama keluarganya melaporkan ke polisi, adik perempuan korban Rokhana mengetahui korban bersama temannya berada di Desa Jemuran Wagir dengan alasan akan membuang sesaji untuk kesembuhan ibunya yang sedang sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelum ditemukan tewas, korban diketahui kerabatnya akan melakukan ritual di Gunung Katu untuk menyembuhkan ibunya yang sedang sakit. Ironisnya, korban malah ditemukan tak bernyawa. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H