Penulis : Dixs Fibriant

Malang,tagarjatim.com – Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, akan menurunkan ratusan petugas untuk mengawasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2024 pada 30 April 2024 hingga 7 Mei 2024 mendatang. Untuk mengantisipasi joki dan kecurangan lainnya, panitia UTBK UB juga akan menggunakan alat pendeteksi tubuh, untuk mendeteksi calon mahasiswa yang berbuat curang dengan menggunakan peralatan komunikasi.

“Untuk pengawasan kegiatan UTBK 2024 kita akan turunkan 899 petugas. Kita juga akan gunakan metal detector canggih untuk memeriksa calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Imam Santoso di UB Malang, Jum’at (5/4/2024).

Menurut Imam Santoso, dalam pelaksanaan ujian, calon mahasiswa dilarang membawa alat komunikasi sama sekali. Mahasiswa hanya diperkenankan hanya membawa 2 dokumen, yakni ijazah dan dokumen pendaftaran.

“Jadi calon mahasiswa tidak diperkenankan membawa peralatan apapun. Tidak boleh membawa Handphone atau peralatan lain, kecuali membawa 2 dokumen, ijazah asli dan kartu pendaftaran. Bolpen pun tidak boleh dibawa masuk. Pensil dan lain – lain kita yang siapkan,” tegasnya.

Dia menjelaskan untuk mendukung dan kelancaran UTBK, pihaknya menyiapkan 1.580 unit komputer dan internet yang disebar 16 titik lokasi dan 62 ruangan.

“Kita juga sudah menyiapkan genset yang standby jika ada kejadian listrik padam,”ujarnya.

Imam Santoso menjelaskan dalam pada penerimaan mahasiswa baru 2024, terdata sebanyak 39.384 pendaftar yang memilih UB sebagai kampus pilihan pertama.

“Dari 39.384 yang dipastikan mengikuti UTBK di UB sebanyak 17.849 peserta. Sebagian besar yang diterima adalah mereka yang memilih pada pilihan pertama, karena kami memberi kesempatan seluas-luasnya agar calon mahasiswa berkuliah sesuai minat mereka,” terangnya.

Imam menambahkan, untuk tahun ajaran 2024 ini, program studi yang memiliki peminat terbanyak di UB yakni Prodi Saintek dengan peminat terbanyak FK Kedokteran (1.588 orang), FILKOM-Teknik Informatika (1.312 orang) dan FK-Farmasi (1.177 peminat).

Dari prodi Soshum, yakni FIA-Administrasi Bisnis (1.697 orang), FH-Ilmu Hukum (1.630 orang) dan FEB-Manajemen (1.557 orang).

Sementara itu, prodi paling ketat dari Saintek yakni FK-Farmasi. Dari 1.177 peminat hanya diterima 30 orang (2,55 persen), FMIPA-Sains Data dari 341 peminat diterima 12 orang (3,52 persen), dan FK-Kedokteran dari 1.588 peminat diterima 60 orang (3,78 persen).

Sedangkan dari Soshum yang paling ketat yakni FEB Manajemen dari 1.557 peminat diterima 74 orang (4,75 persen), FISIP-Psikologi dari 1.261 peminat diterima 61 orang (4,84 persen), dan FIA-Pariwisata dari 606 peminat diterima 33 orang (5,45 persen). (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H