Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Menghadapi arus mudik dalam Lebaran 2024, Polres Malang, Jawa Timur, menyiapkan pengamanan intensif di zona rawan bencana. Pengamanan dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Kepala Kepolisian Resor Malang, AKBP Putu Kholis Aryana menjelaskan selama arus mudik dan balik Lebaran 2024 ini, Polres Malang telah menyiapkan skema 1-6-3-1, yang artinya 1 pos pelayanan di karanglo, ada 6 pos pengamanan untuk mendukung, 3 pos pantau dan 1 pos lalu lintas yang bergerak. Untuk pos bergerak itu adalah terobosan baru di 2024 ini yang sifatnya lebih ke monitoring. Pihaknya ingin bisa melihat secara nyata trafik perkembangan situasi arus lalu lintas yang ada di kawasan utara, tengah maupun malang bagian selatan Malang.

Selain itu, ada juga tim urai yang mengcover Malang utara, tengah dan selatan. Polres juga memasang 13 papan di 13 titik mulai dari perbatasan Gondanglegi Bantur sampai dengan Pantai balekambang.

“Ada 13 titik kerawanan yang kami pasang rambu tambahan, rambu peringatan, pasang gigi 1, kurangi kecepatan, jalan bergelombang, tanjakan, tikungan tajam, jalan menyempit. Ini sudah kami pasang semua,” jelasnya Rabu (3/4/2024).

Ia menambahkan, Polres Malang telah memetakan zona rawan bencana. Saat ini, kondisi curah hujan masih cukup tinggi, sehingga pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan, agar memperhatikan fenomena aquaplaning dan microsleep, ketika berkendara, hati2, waspadai titik lelah berkendara para pengguna jalan,

“Kemudian untuk bencana kami sudah menambah peralatan di 30 polsek untuk mendukung penanganan bencana, ada gergaji, ada cangkul, sekop, gunanya untuk bisa melakukan penanganan cepat, memberikan respon cepat, apabila terjadi bencana,” ungkapnya.

Dia menjelaskan jauh sebelum itu, juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penebangan ranting-ranting pohon yang berbahaya di pinggir jalan, mulai dari Karangploso, kemudian di Lawang, Singosari, Gondanglegi dan tempat lainnya.

Kapolres juga menambahkan untuk menunjang pemantauan arus mudik lebaran, pihaknya menurunkan pos polisi bergerak yang diberi nama Pos Mobile berupa kendaraan jenis Elf yang dimodifikasi serta dilengkapi peralatan komunikasi internet. Pos Mobile Satlantas ini juga digunakan untuk melayani masyarakat selama Operasi Ketupat 2024.

“Saat Operasi Ketupat 2024, Pos Mobile ini dilengkapi dengan peralatan komunikasi, komputer, dan internet, yang bisa digunakan untuk memonitor arus lalu lintas secara realtimes melalui google traffic, di sejumlah titik, mulai dari exit Tol Karanglo, exit Tol Pakis, dan akses menuju Bromo, serta wilayah Sumberpucung,” ujarnya.

Di satu sisi, kata dia, agar anggota yang menjalankan tugas bisa bekerja secara efektif dan efisien. “Ini memang trial, kita ingin mencoba hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolres Putu Kholis. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H