Sidoarjo, tagarjatim.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9) lalu, bertambah menjadi 18 orang.
Hingga Sabtu malam pukul 21.00 WIB, Tim SAR gabungan telah menemukan empat korban meninggal. Salah satunya merupakan bagian tubuh, yaitu potongan kaki kanan dari pangkal paha hingga telapak kaki.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku On Scene Coordinator (OSC), menjelaskan bahwa proses evakuasi kali ini tidak mudah. Tim harus bekerja dengan hati-hati karena korban tertimbun material di bawah reruntuhan bangunan.
“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan dan memotong rangka-rangka bangunan sebelum akhirnya dapat mengevakuasi korban dari timbunan material,” jelas Nanang.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim.
Dengan temuan terbaru ini, total korban musibah runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 122 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, sementara 18 orang lainnya meninggal dunia.
Kepala Bidang DVI Polda Jatim, Komisaris Besar Wahyu Hidajati, mengatakan bahwa seluruh jenazah yang diterima timnya belum semuanya teridentifikasi. Hal ini disebabkan kondisi jenazah yang tidak sama dengan yang ditemukan pada hari-hari sebelumnya, yang lebih mudah dikenali secara visual.
“Harus ada pemeriksaan tambahan untuk memastikan identitas jenazah dengan benar agar tidak tertukar. Kami harus teliti daripada cepat-cepat tetapi keliru,” ujar Wahyu.
Berdasarkan data terakhir pada Sabtu malam, Tim DVI Polda Jatim kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny. Ketiga jenazah yang akan diserahkan kepada pihak keluarga tersebut adalah:
- Firman Nur, 16 tahun, beralamat di Jalan Tembok Lor 3 No. 8A, Surabaya.
- Mohamad Azka Ibadurrahman, 13 tahun, beralamat di Jalan Randu Indah No. 14, Kenjeran, Surabaya.
- Daul Milal, 15 tahun, beralamat di Sidokapasan Gang 8 No. 18, Surabaya. (*)




















