Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Bupati Malang Sanusi meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 47 yang berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari, Selasa (30/9/2025). Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 100 siswa.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu, terdiri dari 25 siswa tingkat SD dan 75 siswa tingkat SMA yang berasal dari kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah (desil satu dan dua).
Sanusi menegaskan bahwa sarana dan prasarana sekolah, termasuk fasilitas asrama dan kebutuhan pribadi siswa, sudah disiapkan secara lengkap.
“Harapannya nanti Sekolah Rakyat ini akan menumbuhkan kader-kader terbaik. Anak-anak yang kemarin pendidikannya tidak maksimal atau sempat putus sekolah, bisa kita didik di sini,” kata Sanusi.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Kabupaten Malang, Warsito, menjelaskan bahwa sekolah ini menganut sistem multi entry – multi exit, sehingga siswa memiliki fleksibilitas untuk masuk dan keluar sesuai dengan kondisi serta kemampuan mereka.
“Input Sekolah Rakyat ini tidak bisa disamakan dengan sekolah reguler. Ada yang masuk melalui program PKH, disurvei oleh BPS, kemudian ditetapkan dalam pleno. Saat ini ada 25 siswa SD dan 75 siswa SMA, nanti kalau ada kekurangan kita akan cari lagi,” jelas Warsito.
MPLS tahap awal dimulai dengan pemeriksaan kesehatan para siswa sebelum mereka mengikuti rangkaian pengenalan lingkungan sekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang setara, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(*)




















