Kota Blitar, tagarjatim.id – Seorang ODGJ Ali M, 40, yang tengah dirawat di rumah singgah penampungan pasien jiwa, di Kauman, Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, mengamuk dan membacok anak pemilik rumah singgah hingga terluka parah Minggu (29/9/2025). Korban MK, (11) seorang pelajar kelas 6 SD harus dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk mendapat perawatan medis. Korban mengalami sejumlah luka bacokan sajam, di telinga kiri serta punggungnya.
Kapolsek Srengat Kompol Randy Irawan dikonfirmasi melalui seluler membenarkan kejadian penganiayaan dengan sajam ini. Pasca penganiayaan, pelaku melarikan diri membawa senjata tajam dan belum diketemukan hingga kini.
“Benar, pelaku odgj membacok anak di Kauman, Srengat. Pelaku kabur dan hingga kini belum ditemukan keberadaanya,” terang Kompol Randy Irawan keoada tagarjatim.id Selasa (30/9/2025).
Lebih jauh, Kapolsek Srengat mengatakan pihaknya bersama tim gabungan masih mengejar pelaku. Disinggung pelaku yang membawa sajam dan masih menjadi teror warga sekitar, kapolsek menjamin keamanan bagi warga sekitar.
“InsyaAllah aman, kita gabungan dgn muspika, kades jajaran dan Tim ODGJ berupaya mencari keberadaan pelaku,” imbuhnya.
Sementara Kasi humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar dikonfirmasi terpisah mengatakan kronologis kejadian bermula saat orang tua korban tengah menghadiri kegiatan di luar rumah. Korban tiba tiba dibacok oleh pelaku, yang notabene adalah pasien jiwa yang dirawat bapaknya dan dalam proses pengobatan. Pelaku sebenarnya juga masih tetangga korban, di Kelurahan Kauman Srengat.
“Kemudian Minggu (28/9/2025) sekira jam 15.00 wib pelapor dihubungi keluarga memberi kabar bahwa MK saat ini dibawa ke Rumah Sakit Ananda Srengat, karena telah di aniaya oleh ALI dengan cara dibacok menggunakan senjata tajam jenis arit,” terang Kasihumas kepada tagarjatim.id terpisah.
Pasca kejadian, polisi yang datang ke TKP mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi saksi. Polisi mengamankan satu kaos milik pelaku yang berlumuran darah, sementara pelaku masih kabur dan dikabarkan membawa senjata tajam jenis arit atau sabit. Catatan polisi menyebut pelaku tersebut diduga mengalami gangguan jiwa dan saat ini dalam pantauan kader posyandu jiwa, di rumah singgah Penampungan Pasien Jiwa milik orangtua korban. Pelaku tersebut saat ini masih dalam proses pengobatan.
“Polisi menghimbau jika ada warga yang melihat pelaku segera melapor untuk dilakukan penangkapan,” pungkas Samsul Anwar. (*)




















