Gresik, tagarjatim.id – Guna mencegah terjadinya penyebaran penyakit Tuberculosis (TBC) di masyarakat, dr Rahaju Nugrahani, Kepala Puskesmas di wilayah Kecamatan Menganti, Gresik memberikan tips langkah preventif agar tidak terjangkit maupun tertular penyakit tersebut.

Mengawali paparannya saat sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Tuberculosis di Balai Desa Putatlor, dr Rahaju Nugrahani mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya dua warga Desa Putatlor yang menderita TBC. Karena itu, dirinya mengajak masyarakat Desa Putatlor, untuk melakukan pencegahan penyebaran dengan melakukan penanganan secara dini.

“Jadi penularan dari kuman TBC itu biasanya melalui batuk dari penderita TBC. Bisa saja dari ludahnya (dahak) yang keluar dan biasanya kuman TBC bertahan di udara 4-5 jam,” jelasnya.

Masih menurut dr Rahaju, jika ada yang tertular, maka rentang 4 sampai 5 minggu bisa langsung terjangkit TBC apabila daya tahan tubuhnya kurang bagus.

“Orang yang terkena kuman TBC, ada tiga, dua di antaranya akan menjadi sakit jika daya ahan tubuh lemah, yang kedua infeksi laten,” bebernya.

Adapun tanda-tanda seseorang terkena TBC menurut dr Rahaju, di antaranya mengalami batuk, sesak nafas, terus berat badannya akan menurun dan setelah itu disusul tubuh menjadi demam.

“Jika menyerang anak-anak, ditandai dengan demam, badan kurang enak sehingga anak cenderung malas untuk beraktivitas,” lanjutnya.

Ditekankan dr Rahaju, yang paling ditakutkan itu TBC yang resisten. Kuman TBC yang pengobatannya setengah-setengah dan tidak selesai, maka kuman itu akan resisten terhadap obat itu hingga nanti tidak ada lagi obatnya.

“Kapan dilakukan pengobatan, yaitu setelah pemeriksaan dan hasil tesnya positif,” ungkapnya.

Untuk periode pengobatan penyakit TBC, bagi orang dewasa selama 6 bulan. Banyaknya obat yang diminum tergantung dari berat badan penderita.

“Sebaiknya minum obatnya pada waktu yang sama, saat perut dalam keadaan kosong,” tambahnya lagi.

Cara pencegahannya, katanya, karakter kuman TBC ini senang dengan kondisi udara lembab. Oleh karenanya ventilasi udara itu sangat penting. Kalau bisa kamar tidurnya paling tidak terkena cahaya matahari. Dan perilaku hidup sehat, makan yang sehat, olahraga, serta selalu cuci tangan.

Sebagai catatan, Pemerintah Desa Putatlor menggandeng Puskesmas Menganti, dengan menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Tuberculosis (TBC) Desa Putatlor Kecamatan Menganti Gresik, tahun anggaran 2025, pada Sabtu (11/9/2025).

Dalam sambutannya, PJ Kepala Desa Putarlor, Menganti, Moh. Dayat, mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas antusias para warganya dalam mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit tuberkolosis( TBC).

“Ya mudah mudahan dengan adanya kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC yang juga dihadiri oleh kepala Puskesmas Menganti ini, seluruh warga Desa Putatlor, terbebas dari penyakit, khususnya peyakit tuberculosis,” harap Kades Moh. Dayat.

Dalam kegiatan ini, Kades Dayat juga mengimbau warganya jika kurang paham dengan penyakit TBC dan cara pencegahannya, warga dipersilakan untuk menanyakan langsung pada narasumber yang salah satunya merupakan Kepala Puskesmas Kecamatan Menganti.

“Bapak ibu, jangan malu bertanya jika mempunyai keluhan penyakit TBC agar segera bisa ditangani secara dini, sehingga bisa lekas sehat lagi,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC yang digelar dibalai Desa Putatlor ini, juga dihadiri Pj Kades Putatlor, Moh Dayat, perwakilan Koramil Menganti, ibu PKK, dan juga diikuti oleh RT- RW se- Desa Putatlor, serta melibatkan warga masyarakat, mulai dari bapak- bapak hingga kaum ibu ibu rumah tangga.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H