Penulis : Dixs Fibrian
Malang, tagarjatim.com – Polres Malang, memeriksa 12 saksi dalam perkara perampokan disertai dengan pembunuhan di rumah seorang pendeta Gereja Pantekosta Indonesia di Jalan Anggodo 2 A RT 3 RW 5, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menjelaskan polisi terus melakukan penyelidikan secara intensif perkara perampokan disertai dengan pembunuhan itu. Polisi mendalami keterangan sejumlah saksi baik dari keluarga maupun tetangga sekitar. Total sudah 12 saksi diperiksa.
Selain itu, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang kedua kalinya. Hal itu dilakukan untuk melakukan penyelidikan mendalam kasus tersebut.
“Kami olah TKP lagi biar lebi detail, tidak ada yang ketinggalan. Tidak ada kerusakan. Di pintu juga tidak ada kerusakan karena informasinya pintu terbiasa terbuka,” ungkapnya Sabtu (23/3/2024).
Polisi juga meminta keterangan dari salah satu korban Ester Sri Purwaningsih (69) yang biasa dipanggil Bu Pur. Ia adalah korban selamat dalam tragedi itu. Namun, pemeriksaan belum bisa optimal, menunggu korban pulih.
“Bu Ester juga masih pemulihan sehingga pemeriksaan belum maksimal. Saat ini bu Ester sudah berangsur pulih, normal komunikasinya, pendengaran baik. Masih tahap pemulihan,” jelasnya.
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti seperti gagang pisau, mata pisau yang digunakan pelaku membunuh korban, dua alas kaki, hingga baju korban. Pelaku membawa satu telepon seluler milik korban.
Sebelumnya, kasus perampokan disertai pembunuhan itu terjadi pada Jumat (22/3/2024) malam saat warga masih menjalankan shalat tarawih.
Perampok masuk dan melukai penghuni rumah, yakni Ester Sri Purwaningsih serta adiknya, Sri Agus Iswanto (60). Ester mengalami luka di bagian wajah, sedangkan Sri Agus yang mengalami cacat tuna netra meninggal dunia dengan luka tusukan pisau dapur di bagian leher belakang.
Arif Gunawan, Ketua RT 03, RW 05, Desa Mangliawan menjelaskan warga sempat curiga dengan seorang laki-laki tak dikenal menggunakan helm dan jaket warna hitam membawa tas kotak keluar dari rumah korban memakai helm berjalan kaki ke arah barat.
“Waktu itu ada tetangga melihat ada orang memakai helm,berjaket hitam dengan membawa tas kotak berjalan ke arah barat,” jelasnya. (*)




















