Penulis : Dixs Fibrian

Malang,tagarjatim.com – Rumah seorang pendeta Gereja Pantekosta Indonesia di Jalan Anggodo 2 A RT 3 RW 5, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, diduga dirampok. Akibat kejadian tersebut satu penghuni rumah tewas menggenaskan.

Dugaan perampokan disertai pembunuhan tersebut terjadi di rumah pendeta Ester Sri Purwaningsih (69) alias Bu Pur. Pendeta tersebut dikabarkan mengalami luka parah dibagian wajah, sedangkan Adiknya bernama Sri Agus Iswanto (60) penyandang cacat tuna netra tewas dengan luka tusukan pisau dapur dibagian leher belakang.

Arif Gunawan, Ketua RT 03, RW 05, mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat warga masih menjalankan shalat tarawih. Menurut dia kejadian ini diketahui warga setelah korban berteriak meminta pertolongan warga dari dalam kamar rumahnya.

“Warga mengetahui setelah mendengar korban berteriak minta tolong,” ungkap Arief, kepada wartawan, Jum’at (22/3/2024) malam.

Selanjutnya, warga yang mendengar teriakan korban langsung menuju ke rumah korban yang saat itu lampu rumah korban dalam keadaan gelap, dan mendapati korban dalam kondisi lemas dengan wajah berdarah penuh luka.

“Saat itu Bu Pur meminta tolong untuk melihatkan adiknya dan karena gelap pakai lampu dari telepon seluler. Dicek ternyata sudah meninggal dunia dengan kondisi ada pisau tertancap di bagian belakang leher. Gagang pisaunya lepas,” katanya Jumat (22/3/2024) malam.

Arief mengungkapkan setelah peristiwa itu, ada warga yang sempat curiga dengan seorang laki-laki tak dikenal menggunakan helm dan jaket warna hitam membawa tas kotak keluar dari rumah korban berjalan kaki ke arah barat.

“Waktu itu ada tetangga melihat ada orang memakai helm,berjaket hitam dengan membawa tas kotak berjalan ke arah barat,” jelasnya.

Ari Siswanto, salah seorang tetangga depan rumah korban menambahkan saat kejadian kondisi sepi sebab warga masih menjalankan shalat tarawih. Ia mengatakan, jika rumah tersebut memang dihuni kakak beradik berusia lanjut.

Menurut Ari, dari keterangan korban pelakunya 1 orang. Setelah melukai dan membunuh korban, pelaku kabur membawa telephone seluler milik korban.

“Pelakunya 1 orang kata korban yang dibawa pelaku dua handphone,” tandasnya.

Polisi yang mendapat laporan warga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad Agus. Sedangkan korban selamat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang untuk mendapatkan perawatan tim medis.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menambahkan pihaknya masih mengusut perkara ini. Kedua korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.

“Ada dua korban, satu korban ditemukan dengan luka tusuk di leher belakang dan ditemukan di ruang kamar belakang rumahnya. Sedangkan satu korban lagi luka-luka di bagian wajah. Saat ini sudah mendapatkan perawatan di RS Saiful Anwar Malang,” ungkapnya.

Kasatreskrim mengaku masih melakukan penyelidikan dan juga sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di rumah korban. “Masih kami dalami terkait motif peristiwa tersebut. Kami intensifkan pemeriksaan.Mohon doanya agar bisa terungkap,” pungkasnya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H