Penulis : Aming Naqsabandi
Nganjuk, tagarjatim.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur menghelat Safari Ramadhan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahim para pejabat pemerintah di Nganjuk dengan para tokoh agama dan masyarakat.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Habib Ubaidillah Al Hasany mengajak semua pihak untuk turut meningkatkan rasa kepedulian sosial, memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 2024 ini.
Pesantren memberikan contoh dengan bantuan sosial kepada 350 kaum duafa dan anak yatim-piatu. Membantu fakir miskin dan yatim piatu di sekitar Ponpes Al Ubaidah merupakan tradisi tahunan, yang dilaksanakan KH Nurhasan Ubaidah pendiri pondok pesantren tersebut.
“Kami melanjutkan tradisi yang baik ini, dengan setiap tahun memberikan bantuan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu. Sebagaimana KH Nurhasan dahulu gemar membantu warga di sekitar pondok pesantrennya,” jelasnya, Jumat (22/3/2024).
Menurut Habib Ubaid, kewajiban mereka yang mampu dan berkemampuan adalah membantu kaum duafa dan anak yatim piatu. “Ini merupakan tanggungjawab yang akan dipertanyakan di akhirat nanti. Untuk itu, kami menunaikan kewajiban kami. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kesetiakawanan sosial sebagai sesama umat Islam,” ungkapnya.
Ia menekankan menahan lapar merupakan ujian yang berat, apalagi menanggung beban akibat bencana.
“Saat menjalankan puasa, masih ditimpa musibah dan gagal panen tentu sangat berat. Ini menjadi pelajaran kehidupan. Maka orang yang keberatan masalah makan dan musibah adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Habib Ubaid.
Dirinya menambahkan, Ramadhan mampu mengikat kembali dan menguatkan kesetiakawanan dan kepedulian sosial setelah Pemilu 2024 selesai, agar semua pihak lebih peduli dengan sekitarnya. Momentum Ramadhan ini diharapkan juga menjadi perekat kembali persatuan dan kesatuan bangsa. “Setelah Pemilu selesai tidak ada lagi Indonesia 01, Indonesia 02, Indonesia 03. Tapi semua satu, berkomitmen Indonesia yang satu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Nganjuk, Kompol Subiyantana yang hadir dalam acara tersebut mengatakan selama bulan suci Ramadhan ini, situasi di wilayah Kabupaten Nganjuk aman dan kondusif.
“Warga dengan aman dapat melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Warga antusias melaksanakan ibadah,” kata dia.
Namun, pihaknya mengingatkan agar masyarakat yang berkendara agar berhati-hati. Bagi pengendara sepeda motor harus mengenakan helm, sementara mereka yang menggunakan kendaraan beroda empat, agar tidak main ponsel saal mengemudi. “Apalagi berkendara sambil mabuk. Ini sangat meningkatkan risiko kecelakan,” kata dia.
Safari Ramadan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi terhadap 21 atlet Persinas ASAD Ponpes Al Ubaidah, yang mengikuti Kejuaraan Nasional Raja Brawijaya Open V 2024 dan Kejuaraan Lumajang Campionship 1 memperebutkan piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (*)




















