Kota Malang, tagarjatim.id – Organisasi Masyarakat Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI – Polri dan putra putri TNI – Polri (GM FKPPI) angkat bicara dalam suasana kebangsaan yang terus menghangat di tengah gelombang unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia.

GM FKPPI organisasi yang menjadi bagian dari TNI – Polri ini mendukung pernyataan presiden RI Prabowo Subianto agar aksi unjuk rasa berlangsung tertib dalam penyampaian aspirasi dan tidak ditunggangi oleh kepentingan lain yang dapat merusak kedaulatan bangsa.

Wakil Ketua Umum GM FKPPI sekaligus Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Ir, R, Agoes Soerjanto menyuarakan keprihatinannya terhadap aksi massa yang berakhir kericuhan di sejumlah daerah. Menurutnya di balik aksi tersebut ada dinamika yang begitu kompleks.

“Di balik aksi tersebut kita bisa melihat ada potensi adu domba dan manipulasi informasi. Patut diduga ada pihak yang ingin mengguncang stabilitas nasional. Mereka tidak ingin melihat bangsa ini damai dan makmur,” kata Agoes Soerjanto.

Untuk itu GM FKPPI mengajak seluruh lapisan masyarakat kembali ke akar bangsa yaitu Pancasila dan UUD 45 sebagai algoritma kehidupan berbangsa.

“Di tengah kemajuan teknologi saat ini kita hidup dalam dunia yang dikendalikan algoritma digital. Media sosial mampu memengaruhi karakter individu bahkan mampu memobilisasi masa untuk berbuat negatif,” tambah Agoes.

Ia mengingatkan bahwa jauh sebelum era digital Indonesia telah mempunyai algoritma sendiri yaitu Pancasila dan UUD 45 dimana spirit dari keduanya adalah membentuk cara berfikir kita untuk bergotong royong, berketuhanan, persatuan, musyawarah mufakat serta berkeadilan sosial.

“Mungkin yang saya sampaikan ini terdengar klise, namun kita harus mengacu ke situ di tengah situasi keamanan yang belum menentu. Ketika mengacu pada algoritma Pancasila dan UUD 45 kita tidak akan mudah diprovokasi, dapat menyaring emosi menjadi empati, konflik menjadi musyawarah serta kekacauan menjadi ketertiban. Kita jangan terseret kepada algoritma lain seperti algoritma media sosial yang penuh kebencian, ilusi dan adu domba,” tegas Agoes.

Lebih lanjut Agoes menambahkan bahwa tidak seharusnya kehidupan bangsa indonesia dipengaruhi algoritma dari luar yang tidak mengenal nilai luhur yang diciptakan bapak bangsa kita. Pancasila itu bukan hanya dasar negara melainkan juga arah etik bagi berbangsa dan bernegara,” tutup Agoes. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H