Gresik, Tagarjatim.id – Demi mendapatkan sembako murah, seorang nenek berusia 65 tahun di Gresik rela ikut mengantre. Nenek Kasmina, tampak semangat mengantre dalam gerakan pangan murah di balai desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Dari pantauan di lokasi, gerakan pangan murah ini disambut antusias para warga. Di bawah tenda merah putih, mereka antre membeli beras dalam gerakan pangan murah yang digelar Sabtu (30/8/2025) pagi.

Nenek Kasmina membeli beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) 5 kilogram sebanyak dua pax. Beras itu rencananya dibuat kebutuhan dapur dirinya sehari-hari. Harga yang ditawarkan, menurutnya, jauh lebih murah ketimbang di toko.

“Beli beras saja, lebih mudah, kalau di toko 13 ribu sampai 14 ribu per satu kilogram, di sini cuman Rp 11.500 per kilogramnya,” tuturnya

Harga beras SPHP per 5 kg dijual dengan harga Rp 57.500. Setiap pembeli dibatasi dua pax saja. Warga yang mengantre gerakan pangan murah didominasi ibu-ibu.

“Senang, kalau bisa setiap bulan,” ujar Kasmina sambil tersenyum.

Sekedar diketahui gerakan pangan murah digelar serentak se Indonesia. Khusus di Kabupaten Gresik digelar di 16 kecamatan. Di Kecamatan Cerme dipusatkan di balai Desa Cerme Kidul. Lokasinya persis di pinggir jalan raya Cerme

Gerakan pangan murah di 16 Kecamatan ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat, tujuannya untuk menekan inflasi.

Warga Gresik tidak perlu khawatir, stok beras SPHP cukup banyak di setiap kecamatan.

Dalam acara gerakan pangan murah ini juga dihadiri oleh Dandim Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, jajaran Muspika Kecamatan Cerme.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H