Jombang, tagarjatim.id – Paimah, seorang nenek berusia senja, warga Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang Kota, harus menjalani hidupnya tinggal di sebuah rumah tak layak huni di sepadan jalan desa.

Hanya dengan mengandalkan belas kasihan tetangga sekitar untuk bertahan hidup karena sudah tidak kuat bekerja, hingga terkadang harus meminta minta di jalan.

Kehidupan sang nenek renta semakin miris ditengah kenaikan gaji dewan yang ugal ugalan.

Nenek Paimah yang kini berusia 70 tahun lebih ini tinggal dirumah bambu sejak enam tahun lalu, karena rumah dan tanahnya terjual untuk biaya suaminya yang mengalami sakit, hingga akhirnya meninggal dunia.

Dan kini nenek yang sudah tak kuat bekerja, harus menghidupi cucunya yang masih kecil karena ditinggal ibunya merantau ke luar pulau.

Untuk bertahan hidup, dirinya hanya mengandalkan belas kasihan tetangga, meski rumah tinggalnya jauh dari tetangga.

“Sudah 6 tahun (menempati rumah ini), dari pak lurah (tanah sepadan jalan desa). Rumah sudah dijual buat berobat suami. Saya minta di jalan jalan jadi saya cari makan sendiri,” ucap Paimah, Senin (25/8/2025).

Meski mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dalam program keluarga harapan (PKH) yang nilainya 600 ribu rupiah, bantuan tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhannya sehari-hari.

“Dapat PKH 600 ribu tidak cukup, ya dicukup cukupkan buat jajan cucu juga uang saku sekolah. Kalau (rumah) ambruk ya apes saja,” tukasnya.

Sementara itu, Joko, salah satu tetangga yang prihatin melihat kondisi Paimah, seringkali memberikan bantuan ala kadarnya untuk kebutuhan sehari hari.

“Ini saya beri beras sama ada rejeki sedikit, buat Mbah Paimah untuk kebutuhan sehari hari,” katanya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H