Kota Batu, Tagarjatim.id – Jawa Timur bersiap mencatat sejarah di HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Ribuan murid SMA, SMK, dan SLB bersama para guru se-Jatim gotong royong menjahit bendera Merah Putih terpanjang yang pernah ada, dengan target memecahkan rekor MURI dan melampaui capaian Papua Barat tahun lalu.

Penjahitan massal dipusatkan di SMKN 8 Surabaya pada Rabu (13/8/2025). Target awalnya hanya 8.000 meter, dijahit oleh 8.000 murid dan guru. Namun, semangat yang membara membuat panjang bendera sudah tembus 15.463,5 meter dan angka ini masih terus bertambah hingga batas pengumpulan 14 Agustus.

Hingga kini tercatat 5.862 siswa dan 1.314 guru yang terlibat. Jumlah ini masih akan naik seiring bertambahnya sekolah yang mengirim kontribusi jahitan.

Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa tahun lalu, Pemerintah Provinsi Papua Barat memecahkan rekor MURI dengan membentangkan kain Bendera Merah Putih sepanjang 12,77 kilometer pada HUT Kemerdekaan RI ke-79 lalu. Sehingga, Jawa Timur optimis dapat mencetak rekor MURI untuk bentangan bendera Merah Putih tahun ini. Pasalnya, ada 161 sekolah yang turut berpartisipasi dengan rincian 23 SMA, 78 SMK, dan 50 SLB.

“Tapi memang masih sementara dihitung. Ini sekarang perhitungan kita sudah 15.400 meter. Masih bertambah terus karena kami masih meng-update dari beberapa sekolah, termasuk keterlibatan murid dan guru,” ujarnya.

Aries menjelaskan, penjahitan bendera ini terasa lebih bermakna. Sebab, pengerjaannya dilakukan oleh para murid dan tidak hanya mengandalkan penjahit biasa.

“Banyak yang mengatakan bahwa Gen Z dan Alpha itu kurang peduli terhadap negaranya. Tapi ternyata dibuktikan oleh dari Jawa Timur bahwa patriotisme, nasionalisme, dan kebangsaan yang dimiliki murid kita di seluruh Jawa Timur ternyata luar biasa,” jelasnya.

“Ini berarti ada semangat luar biasa yang nilai-nilai kebangsaannya itu muncul pada anak-anak kita. Tentu kita berharap ini berlanjut terus dan tidak hanya bagaimana mereka menjahit bendera, tapi semangat-semangat lain yang tumbuh untuk mereka mencintai negara ini,” harap Aries.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahkan ikut turun langsung menjahit bersama para murid di SMKN 8 Surabaya. Ia menyatukan dua helai kain merah dan putih menjadi satu, yang kelak akan dikibarkan bersama-sama pada 17 Agustus.

Dalam pers rilis resmi Pemprov Jawa Timur, Khofifah menyampaikan bahwa penjahitan bendera ini menjadi simbol gotong royong sekaligus sarana menanamkan nilai kebangsaan.

“Ini rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Salah satunya mengajak para murid SLB, SMK, dan SMA Double Track untuk ikut menjahit bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme pelajar,” ujar Khofifah.

“Melihat semangatnya dari semua, Insyaallah kami optimistis upaya ini akan mencatatkan Rekor MURI Bentangan Bendera Merah Putih Terpanjang Tahun 2025 yang dijahit sendiri oleh para siswa dan guru,” imbuhnya.

“Mereka pernah membaca sejarah bahwa bendera Merah Putih saat proklamasi dijahit oleh Ibu Fatmawati. Maka, murid-murid ini adalah Fatmawati-Fatmawati kecil. Karena di sini hampir semuanya perempuan, dan mereka menjahit dengan penuh cinta untuk negeri,” lanjutnya.

Khusus di SMKN 8 Surabaya, penjahitan ditargetkan mencapai 100 meter dengan pengerjaan 10 meter per anak dari jurusan Tata Busana. Selain bendera panjang, mereka juga membuat bendera ukuran 120 x 180 cm.

Di akhir, Khofifah berpesan untuk menjaga kesucian Merah Putih. “Ada hati yang suci, ada pikiran yang suci, ada perilaku yang suci. Bersama-sama kita dedikasikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Dengan capaian yang sudah melewati target awal dan sisa waktu yang masih ada, Jawa Timur nyaris pasti “mengibarkan” namanya di buku rekor MURI. Bukan hanya panjang kainnya, tapi juga lebar semangat warganya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H