Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Minim perawatan membuat sejumlah fasilitas umum di Pasar Sayur Karangploso, Kabupaten Malang, rusak dan terbengkalai. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pengunjung, terutama saat hujan yang kerap menimbulkan genangan air.
Sejumlah talang air dan saluran irigasi di area pasar mengalami kerusakan sejak tiga bulan terakhir. Tanpa perbaikan berarti, area pasar rawan banjir kecil yang mengganggu aktivitas jual beli.
Kerusakan juga terjadi pada mesin pres sampah pasar. Sistem hidrolis mesin yang rusak membuat proses pengolahan sampah menjadi lambat, sehingga penumpukan sampah kerap terjadi. Dalam sehari, volume sampah bisa mencapai 3 ton, dan penumpukan ini mengganggu kenyamanan pedagang serta pengunjung.

Ketua Paguyuban Pasar Sayur Karangploso, Sumarno, mengatakan pihaknya tak bisa melakukan perbaikan secara mandiri lantaran kas paguyuban tidak lagi aktif, menyusul persoalan internal dan isu pungutan liar dari pihak tak bertanggung jawab.
“Kami berharap pemerintah daerah dan dinas terkait bisa turun langsung meninjau kondisi pasar ini. Talang air bocor, saluran mampet, sampai mesin pres sampah yang rusak—semuanya butuh penanganan segera. Kalau tidak, kami khawatir kondisi pasar semakin menurun, pembeli malas datang, dan akhirnya pedagang yang rugi. Mari kita bangun lagi kepercayaan dan gotong royong supaya pengelolaan pasar kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, Lilis (39), salah satu pengunjung pasar, mengaku merasa kurang nyaman berbelanja karena aroma sampah yang menyengat serta genangan air di beberapa titik.
“Kalau pagi-pagi bau sampahnya sudah terasa sekali, apalagi kalau habis hujan. Genangan air juga bikin licin dan becek. Sayang sekali, padahal Pasar Karangploso ini salah satu yang ramai pembeli. Harusnya fasilitas diperhatikan supaya pengunjung betah,” tuturnya.
Pedagang dan pengunjung berharap perbaikan segera dilakukan agar kenyamanan berjualan dan berbelanja di Pasar Karangploso dapat kembali terjaga. (*)




















