Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencuri perhatian. Kali ini, lima mahasiswa lintas prodi berhasil mengembangkan kacamata pintar (smart glasses) berbasis kecerdasan buatan untuk membantu penyandang tunanetra mengenali jenis obat secara otomatis.

Proyek bertajuk Vision Medichine ini dikembangkan oleh tim dari Program Studi Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Farmasi. Mereka adalah Al Fitra Nur Ramadhani, Muhammad Hanif, Dwi Sukmawati, Zaki Hanif Izzet, dan Riko Dwi Firmansyah. Inovasi ini juga berhasil mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dalam skema pendanaan riset mahasiswa.

Fitra, ketua tim pengembang, menjelaskan bahwa ide pembuatan Vision Medichine lahir dari keprihatinan terhadap kesulitan tunanetra dalam mengidentifikasi obat, terutama di situasi darurat. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Sayangnya, banyak tunanetra yang kesulitan mengenali obat, bahkan untuk konsumsi pribadi,” jelasnya, Senin (5/8/2025).

Berbekal pendekatan teknologi machine learning, generative AI, dan voice assistant, kacamata ini dirancang agar mampu memindai label obat dan membacakan informasi dasar kepada pengguna secara real-time. Bahkan, tunanetra dapat bertanya langsung ke perangkat menggunakan suara.

“Alat ini ergonomis dan mudah digunakan. Tidak butuh pelatihan rumit. Cukup arahkan ke obat, informasi akan langsung dibacakan,” tambah Fitra.

Proyek ini berawal dari seleksi internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di tingkat universitas. Kini, mereka menargetkan agar Vision Medichine dapat lolos hingga ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Progres alat telah mencapai 40 persen. Meski begitu, tantangan teknis tetap dihadapi, salah satunya terkait komponen kamera yang sempat gagal berfungsi saat uji coba. “Beberapa hardware tidak sesuai ekspektasi. Tapi sekarang komponen utama sudah lengkap dan kami terus dibimbing oleh dosen, seperti Pak Galih Wasis Wicaksono,” ujar Fitra.

Tim berharap inovasi ini menjadi solusi nyata yang inklusif bagi penyandang disabilitas, sekaligus kontribusi UMM dalam pengembangan teknologi berbasis kepedulian sosial.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H