Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Seorang pelajar sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, terekam CCTV melakukan penganiayaan pada temannya. Kejadian itu berlangsung saat korban hendak Shalat Jumat.

Ketua RT setempat Chandra Seputro mengatakan kejadian pemukulan itu berawal saat belasan siswa datang dari arah sekolah dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban yang berinisial AOB, pelajar kelas 7.

Saat itu, ramai-ramai ada ibu-ibu serta anak kos keluar sehingga pelajar itu pergi. Kemudian, mereka kembali melakukan aksinya di lokasi tak jauh dari lokasi sebelumnya.

Di lokasi kedua itu, mereka kembali dikejar ibu-ibu dan anak-anak kos. Di lokasi ini, pelaku melakukan pemukulan dua kali pada korban, namun rombongan pelajar itu bubar setelah ada tetangga yang keluar dan menyuruh mereka untuk Shalat Jumat.

“Dari rekaman video kebetulan jalan buntu, kemungkinan ada masalah di luar. Karena diusir warga larinya ke sini dan mereka tidak tahu kalau jalan buntu dan terjadi perkelahian,” ungkapnya Sabtu (2/3/2024).

Rekaman itu kemudian viral, bahkan saat pelaku melakukan aksinya juga terekam. Para pelajar itu juga masih mengenakan seragam sekolah berupa pramuka.

Aparat Polresta Malang Kota juga langsung bergerak mendapati rekaman CCTV penganiayaan yang dilakukan pelajar pada temannya itu. Polisi telah mendapati identitas korban dan memeriksanya. Hasilnya, kejadian pengiayaan itu benar terjadi.

“Dari keterangan korban terjadi pemukulan yang dilakukan N terhadap A di tempat kejadian perkara (TKP) yang saat itu tejadi sekitar pukul 11.00 WIB. Yang bersangkutan akan melaksanakan Shalat Jumat. Saat itu, yang bersangkutan korban dihadang N, diberikan klarifikasi terkait adanya tuduhan yang dituduhkan korban ke pelaku. Akhirnya terjadi cek cok dan pelaku melakukan pemukulan,” kata dia.

Ia menambahkan, saat kejadian juga ada saksi, sehingga saksi itu juga dimintai keterangan atas kejadian pada siswa SMP itu.

Sementara itu, Kepala SMP Nasional Malang Kukuh Widarto mengatakan ia sudah mengantongi nama-nama anak yang terlibat dalam kejadian itu.

“Saat ini kami evaluasi. Tentunya kami akan melakukan tindakan sesuai aturan,” kata Kukuh Widarto. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H