Gresik, Tagarjatim.id – PT Linde Indonesia buka suara terkait adanya kebocoran mesin Coldbox miliknya. Head of Safety, Health, Environment & Quality (SHEQ) PT Linde Indonesia, Andita Huda, dalam keterangannya di lokasi pabrik menyatakan, hujan debu yang menerjang pemukiman warga di wilayah Roomo, Manyar Gresik, yang diakibatkan adanya malfungsi ColdBox tidak membahayakan bagi kesehatan warga. Ia juga menegaskan bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Kami bertanggung jawab dan menanggung seluruh biaya perawatan medis warga yang terdampak, sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama di balai desa,” ucap Andita, Kamis (31/7/2025).
Andita juga menyebut bahwa perusahaan siap menangani dampak debu terhadap ratusan warga dari beberapa RT di Desa Roomo dan sebagian wilayah Sukomulyo.
“Nanti akan dikoordinasikan, kami masih menunggu arahan dari pihak desa,” ungkapnya.
Disinggung terkait partikel debu yang mencemari lingkungan, Andita menjelaskan bahwa material tersebut adalah perlite, sejenis silika berbentuk pasir yang digunakan sebagai bahan isolasi (insulation).
“Perlite itu seperti pasir dan debu biasa. Tidak berbahaya karena ukurannya agak besar sehingga tidak masuk ke paru-paru,” imbuhnya
Meskipun demikian, ia tidak menampik bahwa partikel tersebut bisa menimbulkan iritasi pada mata. “Kalau mengenai mata bisa iritasi,” tambahnya
Dihadapan awak media, Andita turut memaparkan kronologi munculnya debu tersebut. Menurutnya, insiden terjadi saat proses pemanasan mesin pasca shutdown dan overhaul pada awal Juli lalu.
“Mesin sempat mati untuk maintenance. Pada 25 Juli sekitar pukul 04.45 WIB, kami mulai pemanasan (warming up). Proses itu berlangsung hingga 29 Juli,” jelasnya
Insiden hujan debu perlite terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 19.45 WIB. Kejadian berlangsung sekitar 15 menit.
“Saat itu langsung kami tangani dengan prosedur darurat. Operator segera lari ke ruang kontrol,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa ini mengakibatkan empat warga yang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas dan iritasi mata. Namun hingga kamis pagi, total terdapat tujuh warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, akibat mengalami sesak napas.
Adapun dari total tujuh warga yang dirawat tersebut, enam di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sementara satu orang remaja laki-laki berusia sekitar 17 tahun, hingga kini masih menjalani perawatan dan observasi di RS Petrokimia Gresik. (*)




















