Jember, tagarjatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tanjung dan SPBU di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (31/7/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyoroti dua isu penting. Kelangkaan beras medium dan stabilitas pasokan BBM.
Sidak dimulai dari Pasar Tanjung, pasar tradisional terbesar di Jember. Didampingi Bupati Jember, Dandim 0824, dan pejabat dinas terkait, Khofifah meninjau langsung harga serta ketersediaan kebutuhan pokok, terutama beras.
Dari hasil pemantauan, seluruh lapak hanya menjual beras premium. Tidak ditemukan beras jenis medium yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Beras yang tersedia semuanya premium. Padahal banyak warga yang kemampuan belinya hanya cukup untuk membeli beras medium,” ujar Khofifah kepada awak media.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif Perum Bulog dalam menyalurkan beras medium, khususnya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurutnya, distribusi harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Saya minta agar distribusi beras SPHP ditingkatkan. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan beras medium yang harganya lebih terjangkau,” tambahnya.
Usai dari pasar, Gubernur Khofifah melanjutkan sidak ke SPBU di Jalan Gajah Mada untuk memastikan distribusi BBM di Jember telah kembali normal setelah sempat terjadi kelangkaan.
“Beberapa hari lalu memang terjadi kekurangan. Tapi sejak kemarin, pasokan dari Pertamina sudah melampaui kebutuhan. Hari ini juga lancar. Artinya, proses normalisasi sudah berjalan,” jelasnya.
Ia menilai kelancaran distribusi BBM dan bahan pokok sangat memengaruhi kestabilan aktivitas warga dan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada lagi kebijakan Work From Home (WFH) seperti yang sempat diberlakukan sebelumnya.
“Kalau pasokan sudah aman, maka kegiatan belajar dan pelayanan publik harus kembali normal. Jangan ada lagi WFH. Ini penting demi kelangsungan ekonomi Jember,” tegasnya.
Khofifah juga mendorong sinergi antara Bulog, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan agar distribusi pangan, khususnya beras medium, dapat menjangkau masyarakat secara adil dan tepat sasaran.
“Stok beras ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah distribusi yang merata dan sesuai permintaan. Itu butuh koordinasi yang konsisten dan evaluasi rutin,” pungkasnya. (*)




















