Jember, tagarjatim.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Jember menggunakan kereta api. Pihak KAI menegaskan, hingga saat ini tidak ada layanan angkutan BBM di wilayah Daop 9.

“Kami tegaskan, tidak ada pengiriman BBM menggunakan kereta api ke Jember. Jalur ke depo Pertamina belum tersedia,” ujar Cahyo Widiantoro, Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Selasa (30/7/2025).

Sejumlah akun media sosial sebelumnya mengunggah informasi keliru bahwa kereta pengangkut BBM telah tiba di Jember untuk mengatasi kelangkaan pasokan. Namun, KAI memastikan rangkaian kereta yang terlihat dalam unggahan tersebut sebenarnya melayani rute Surabaya–Malang dan Madiun, bukan Jember.

KAI mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Kami minta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial,” tambah Cahyo.

Meski tak melayani pengangkutan BBM, Daop 9 Jember tetap menjalankan angkutan barang lainnya, seperti paket, logistik internal, dan barang konsinyasi.

Diberitakan sebelumnya, krisis distribusi BBM melanda warga Jember sejak Sabtu (26/7/2025) lalu, atau dua hari setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menutup total Jalur Gumitir untuk perbaikan selama dua bulan. Jalur ini merupakan akses utama penghubung Jember dan Banyuwangi.

Penutupan jalur tersebut berdampak besar terhadap distribusi logistik, termasuk pasokan bahan bakar.

Bupati Jember, Muhammad Fawait telah mengirimkan protes resmi kepada pemerintah pusat. Karena penutupan Jalur Gumitir telah mengakibatkan dampak serius dalam kehidupan perekonomian warga Jember. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H