Tagarjatim.id – Sevi Ayu Claudia, perempuan lajang berusia 30 tahun yang ditemukan tewas terbungkus kardus di Gresik, Jawa Timur dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering bergaul dengan sesama pengemudi ojek online.
Sevi Ayu tinggal di rumah pertigaan Jalan Pecantingan, Kelurahan Sekardangan Indah, Kecamatan Sidoarjo. Rumah itu juga dijadikan sebagai toko kelontong. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, ia tinggal bersama ibu dan adiknya sementara kakak laki-lakinya sudah menikah dan tinggal terpisah.
Naas, tubuhnya ditemukan tewas di tepi jalan Raya Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Minggu (27/7/2025).
Tubuhnya terbalut plastik dan terbungkus kardus, dengan kondisi pakaian utuh dan terlihat banyak luka memas di sekujur tubuhnya.
Dikenal sebagai sosok yang ramah tentu kabar duka ini menyisakan rasa sedih mendalam bagi keluarga serta rekan seprofesi ojek onlinenya.
Melansir dari laman kompas.com, Ulifa (25) yang telah mengenal korban selama lima tahun mengaku bahwa Sevi memiliki kepribadian yang baik dan tidak percaya rekannya telah berpulang dengan kondisi yang tidak wajar.
“Orangnya baik, ramah banget sama semua orang. Makanya enggak percata kalau Sevi meninggal dengan kondisi seperti itu, apalagi dibunuh,” ungkapnya.
Ulifa juga mengatakan dibalik sikapnya yang ramah dan mudah bergaul, Sevi merupakan sosok yang tertutup dan jarang bercerita kepada rekannya jika telah menyangkut masalah pribadi.
“Dia jarang cerita kalau ada masalah. Paling cuma ngobrol orderan hari ini ramau atau sepi,” imbuhnya.
Ulifa mengaku terakhir kali bertemu Sevi pada Rabu (23/7/2025) saat hendak mengambil orderan di salah satu resto cepat saji di Sidoarjo. Selain itu, Sevi juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengantar barang.
“Dia ada kerjaan sampingan juga. Jadi kayak ada langganan tetap buat antar barang tanpa harus pakai aplikasi,” ujar Ulifa.
Ulifa dan rekan-rekan seprofesinya berharap pelaku pembunuhan tersebut dapat segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang berat.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali keluar dari rumah pada Sabtu (26/7/2025) pukul 16.00 WIB tanpa menggunakan atribut ojol. Namun, hingga pukul 22.00 WIB korban tidak dapat dihubungi.
Sampai sehari setelahnya korban ditemukan tewas terbungkus kardus dan plastik menggunakan jaket jeans biru, kaos hitam, dan legging abu-abu. Ponsel dan sepedah motor milik korban juga hilang tak ditemukan.
Berdasarkan hasil otopsi yang dikantongi pihak Polres Gresik, Sevi mengalami luka memar di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, punggung, dada, perut, hingga pergelangan tangan.
Polisi menduga, korban meninggal akibat adanya benturan keras dari benda tumpul di kepala hingga menyebabkan pendarahan di bawah selaput otak. (*)




















