Jember, tagarjatim.id – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen P3A), Veronica Tan, mengapresiasi dominasi mahasiswi dibanding mahasiswa yang berkuliah di Universitas Jember (Unej).
“Senang sekali. Artinya makin banyak keluarga yang memberi kesempatan anak perempuannya untuk kuliah. Ini wujud kesetaraan,” ujarnya Veronica Tan diwawancarai usai menghadiri wisuda periode I tahun akademik 2025/2026, Sabtu (26/7/2025).
Berdasarkan data resmi, hingga tahun 2024, jumlah mahasiswa UNEJ mencapai 44.908 orang, baik aktif maupun tidak aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 persen diantaranya adalah laki-laki. Sedangkan sisanya, yakni 69 persen adalah perempuan.
Veronica menyebut rasio mahasiswi yang tinggi bisa menjadi model keluarga ideal yang memberikan akses belajar setara bagi anak laki-laki dan perempuan.
Ia juga membuka peluang kerja sama antara Kementerian P3A dengan UNEJ, khususnya dalam program studi Humaniora seperti Sosiologi melalui program “Ruang Bersama Indonesia”.
Program ini menekankan pendekatan bottom-up dalam pembangunan sosial. Mahasiswa, menurutnya, dapat berperan melalui kegiatan pendampingan masyarakat, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), untuk menggali kebutuhan psikososial pasca pandemi.
Dalam kesempatan itu, Veronica juga berpesan agar lulusan siap secara mental dan psikis sebelum membentuk keluarga. Ia menilai kesiapan orang tua yang terdidik akan melahirkan anak-anak yang sehat dan berkualitas.
Namun ia menyoroti masih maraknya pernikahan dini, termasuk yang dilakukan secara siri. Menurutnya, faktor budaya dan tekanan sosial sering mendorong praktik tersebut.
“Pernikahan di bawah umur bisa melahirkan orang tua yang belum matang, berisiko menyebabkan anak terlantar secara psikis dan mental,” politikus Partai Perindo ini. (*)




















