Jember, tagarjatim.id – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen P3A), Veronica Tan menyebut, bahwa para sarjana saat ini harus melengkapi bekal ilmu pengetahuan dalam bentuk atau intelligence quotient (IQ), dengan emotional quotient (EQ), yakni kemampuan berempati, peduli terhadap lingkungan, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Veronica Tan saat menjadi pembicara dalam wisuda periode I tahun akademik 2025/2026 Universitas Jember (UNEJ), Sabtu (26/7/2025).
“Anda adalah kalangan intelektual yang dituntut memiliki akal dan budi. Ilmu pengetahuan adalah akal, sementara empati dan kepedulian adalah budi. Keduanya harus berjalan seimbang agar kita mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Veronica.
Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang hidup di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Veronica menyebut gawai dan media sosial telah menciptakan ruang baru yang membentuk kebiasaan bahkan ketergantungan baru. Karena itu, ia berharap lulusan UNEJ mampu menjadi agen perubahan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Tantangan hari ini berbeda jauh dibanding generasi kami. Sekarang begitu membuka gawai, langsung disodori algoritma tertentu. Peran orang tua dan guru kini bersaing dengan teknologi dalam membentuk karakter generasi muda,” papar mantan istri Ahok ini.
Senada dengan Veronica, Rektor UNEJ Iwan Taruna juga menggarisbawahi pentingnya daya adaptasi terhadap perubahan sebagai salah satu kunci kesuksesan lulusan. Dalam pidato wisudanya, ia mengajak seluruh wisudawan untuk terus mengembangkan kapasitas diri, karena perubahan adalah keniscayaan di dunia kerja.
“Contohnya ada dua lulusan Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ yang kini memimpin cabang bank BUMN di Jember. Itu membuktikan, latar belakang pendidikan bukan hambatan selama seseorang mampu beradaptasi,” ungkap Iwan.
Sebagai penutup, Iwan mengajak seluruh alumni UNEJ untuk menjaga nama baik almamater dan tetap terhubung melalui Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). Ia juga mengajak para lulusan berkontribusi dalam tracer study, demi pengembangan kurikulum kampus agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pada wisuda periode ini, UNEJ mewisuda total 800 lulusan, terdiri dari 10 lulusan diploma, 733 sarjana, 55 magister, dan 2 doktor. (*)




















