Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu menggandeng Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam gebrakan strategis yang diyakini bakal mengubah wajah masa depan pendidikan dan pembangunan daerah.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), kedua pihak resmi meluncurkan Program 1000 Sarjana dan kerja sama riset di sektor kunci, yakni pariwisata, pertanian, dan UMKM.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Wali Kota Batu, Nurochman, dengan tegas menyatakan bahwa kerja sama ini adalah upaya konkret untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Kami butuh generasi muda yang siap tempur di era global. Pendidikan adalah investasi, bukan beban. Kota Batu hampir mengalami trade-off antara pertanian dan pariwisata. Harus ada intervensi akademik. Ini bukan soal seremonial, tapi bagaimana kebijakan bisa lahir dari kajian yang kontekstual,” tegas Nurochman dalam pernyataannya, Kamis (24/7/2025).
Program 1000 Sarjana sendiri bakal jadi tonggak penting. Lewat skema beasiswa, pelatihan, dan pendampingan karier, anak-anak muda Kota Batu diberi peluang untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus memikirkan biaya besar. Kolaborasi ini dikoordinasikan langsung oleh Dinas Pendidikan, sebagai pelaksana teknis.
Tak berhenti di situ, kerja sama juga mencakup penguatan riset untuk menyusun kebijakan berbasis data di sektor unggulan Batu: pariwisata, pertanian, dan UMKM.
“Kerja sama harus berdampak. Jangan berhenti di kertas. UNISMA akan hadir dengan riset, pelatihan, bahkan analisis kebijakan. Kami ingin UMKM dan pertanian Batu naik kelas,” tegas Rektor UNISMA, Prof. H. Junaidi.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari kampus tidak hanya dalam bentuk akademik, tapi juga implementatif, termasuk digitalisasi UMKM dan hilirisasi produk pertanian.
Penandatanganan kerja sama itu sendiri sudah dilakukan pada Senin (21/7) lalu, disertai penandatanganan Surat Kuasa Khusus antara Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai dasar hukum pelaksanaan teknis program.
Ke depan, MoU juga akan diperluas ke dinas-dinas strategis lain seperti Dinas Pariwisata, Koperasi dan Perdagangan, serta Dinas Tenaga Kerja, untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan ekonomi yang menyatu.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemkot Batu serius mencetak SDM unggul sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal berbasis riset dan inovasi. Kolaborasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. (*)




















