Tagarjatim.id – Gunung berapi tertinggi ke-2 di Indonesia, Gunung Rinjani terkenal dengan dengan pesona keindahan alam yang disuguhkan. Untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani, terdapat beberapa jalur pendakian, dari yang paling aman hingga terekstrem.
Memiliki ketinggian 3.726 Meter Di atas Permukaan Laut, Gunung Rinjani menawarkan keindahan yang tak dapat ditemukan di tempat lain. Gunung Rinjani memiliki danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari yang berdiri kokoh di tengah kaldera Gunung Rinjani.
Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani setidaknya ada 6 jalur pendakian yang ada. Seperti yang dikutip dari laman Facebook resmi Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, enam jalur pendakian tersebut yakni jalur Senaru, Sembalun, Torean, Air Berik, Timbanuh, dan Tete Batu.
1. Jalur Senaru, Lombok Utara
Jalur Senaru memiliki trek hutan terpanjang di antara jalur-jalur yang lain. Trek Senaru merupakan jalur paling populer dan cocok untuk pendaki pemula. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan indah seperti air terjun paling populer di Lombok yaitu, Sendang Gile, Tiu Kelep dan Betara Lenjang yang berada tidak jauh dari gerbang pendakian Senaru.
Untuk memulai pendakian, Anda bisa langsung menuju ke gerbang di desa Senaru, Lombok Utara. Kemudian, berjalan selama 2 hingga 3 jam di jalur landai hingga pos 1. Dari sana, jalur menuju pos 2 akan mulai menanjak dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 jam.
Pos berikutnya yaitu pos 3 yang merupakan batas akhir Hutan Senaru dan awal dari Pelawangan Senaru yang bisa kamu capai setelah berjalan sekitar 1 hingga 2 jam.
2. Gerbang Sembalun, Lombok Timur
Jalue Sembalun juga menjadi jalur yang sering dipilih oleh kebanyakan pendaki. Pendaki akan melewati padang savana yang luas dan terbuka, menuju Pelawangan Sembalun, kemudian ke Danau Segara Anak, hingga mencapai puncak.
Untuk mencapai puncak melalui jalur ini, Anda membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 8 jam perjalanan. Namun, jalur Sembalun di Rinjani kerap disebut sebagai “jalur neraka” karena faktor kondisi medan yang berat, terjal, curam, dan berbahaya.
3. Gerbang Torean, Lombok Utara
Jalur Torean juga kerap disebut sebagai Jurassic World oleh pendaki karena bentang alam yang menantang dan cukup ekstrem. Terapit oleh dua bukit, Plawangan Sembalun dan Plawangan Senaru, para pendaki harus melewati jalan setapak menyusuri tebing dalam perjalanannya.
Waktu pendakian yang dibutuhkan juga lebih panjang kurang lebih selama 14 jam. Pendakian melalui jalur ini tidak cocok untuk pemula dan hanya disarankan bagi mereka yang sudah sangat paham dengan Gunung Rinjani.
4. Gerbang Air Berik, Lombok Tengah
Jalur pendakian ini bermula dari desa Air Berik, Lombok Tengah. Untuk memulai perjalanan, Anda harus berjalan sepanjang 2 km dadi basecamp hingga pintu hutan.
Lalu Anda memerlukan waktu lurang lebih 9 hingga 13 jam untuk pencapai titik tertinggi, yaki Plawangan Umar Maya. Di tempat ini Anda bisa memasang tenda dan menikmati keindahan danau sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke puncak Gunung Rinjani.
5. Gerbang Timbanuh, Lombok Timur
Rute Timbanuh memiliki trek yang sangan ekstrem sehingga hanya digunakan oleh pendaki profesional. Pasalnya, pendaki harus menyisir tebing dari punggung gunung bagian selatan.
Namun, dibalik itu semua pesona keindahan alamnya sangat menakjubkan dengan pemandangan hutan dan lembah yang asri. Waktu tempuh jalur ini kurang lebih 7 sampai 11 jam hingga mencapai Pelawangan Timbanuh.
6. Gerbang Tete Batu, Lombok Timur
Jalur Tete Batu dimulai dari Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Perjalanan bermula dari ketinggian sekitar 600 mdpl dan berakhir di Danau Segara Anak dengan ketinggian sekitar 2.000 mdpl.
Jalur Tete Batu tergolong jalur yang ekstrem dan berbahata karena Anda harus melewati zona lembah yang terjal dengan jalan setapak sempit. Bukan hanya itu, waktu tempuh minimal yang dibutuhkan yakni selama 14 jam. (*)




















