Penulis : Aming Naqsabandi
Kediri, tagarjatim.com – Sebanyak 300 perempuan di Kota Kediri, Jawa Timur, mengikuti deteksi dini kanker serviks. Hal ini sebagai upaya secepatnya menemukan sehingga bisa ditangani.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir menjelaskan kanker masih menjadi permasalahan yang serius di seluruh dunia.
Data WHO menyatakan bahwa penyakit kanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, terhitung hampir 10 juta kematian per tahun pada tahun 2020.
Dari data tersebut menunjukkan bahwa kampanye edukasi terkait faktor risiko, promosi kesehatan, screening dan pemeriksaan deteksi dini kanker sangat penting diketahui masyarakat untuk peningkatan kesadaran terhadap bahaya kanker.
Pihaknya melakukan pemeriksaan dini kanker serviks. Menurut dia, pemeriksaan dini penting, sehingga dengan begitu diharapkan masyarakat dapat menerapkan gaya hidup sehat dan memiliki kemauan untuk melakukan deteksi dini hingga proses pengobatan kanker.
“Pemerintah Kota Kediri perlu melakukan intervensi kepada masyarakat, salah satunya melalui tindakan pemeriksaan dini dengan teknik IVA,” jelasnya Selasa (27/2/2024).
Dalam pemeriksaan itu, melibatkan tim medis Dinas Kesehatan dan puskesmas di Kota Kediri. Jika saat pemeriksaan ditemukan masalah di serviksnya, selanjutnya segera dilakukan penanganan dengan krioterapi.
Di Kota Kediri, untuk krioterapi, ia mengatakan kini juga sudah ada di Puskesmas Balowerti, Pesantren 2 dan Campurejo, Kota Kediri.
Pihaknya mengimbau masyarakat khususnya perempuan usia produktif atau ibu-ibu yang ingin melakukan pemeriksaan IVA. Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara berkala antara enam bulan hingga satu tahun sekali. (*)




















