Kota Blitar, tagarjatim.id – Kuliner di Kota Blitar, tidak melulu tentang nasi pecelnya yang khas, namun ada juga sop ayamnya yang legendaris. Salah satunya sop ayam kampung bungur, yang diambil dari nama jalan saat sop ayam ini berdiri sejak awal di tahun 1950 an.

Sop ayam dengan kuah bening, dan rasa kaldunya yang gurih ini, disajikan dalam mangkuk dua macam, kecil dan besar. Kuliner berkuah ini, begitu pas untuk mengganjal perut saat sarapan. Apalagi dipadukan dengan aneka pilihan lauk pelengkap, seperti sate uritan, telur asin maupun kerupuk uyel. Minumnya pun teh hangat manis sehingga menjadi pelengkap sarapan yang cocok dan padu.

Hesty, generasi ketiga yang juga merupakan cucumantu pendiri mengaku sop ayam kampung bungur, baru pindah lokasi di Jalan Mastrip, Kota Blitar lima bulan terakhir. Hesty mengelola sop semenjak mertuanya, Mbah Murti meninggal sekitar lima tahun lalu akibat covid. Suaminya juga turut meninggal tak lama setelah mertuanya, hingga memutuskan untuk pindah tempat berjualan.

“Disini baru lima bulan ini, sebelumnya ya di bungur. Saya generasi ketiga, karena sop ini berdiri sekitar tahun 1950an,” terang Hesty kepada tagarjatim.id, Kamis (17/7/2025).

Meski pindah, pelanggan sop ayam kampung ini tak surut justru semakin membludak. Setiap hari ratusan porsi sop dalam mangkuk kecil ludes diburu pelanggan. Bahkan setiap harinya membutuhkan tak kurang 8 ekor ayam kampung.

“Kalau berapa porsi sehari, ya banyak, gak pernah ngitung. Kalau ayam sehari sekitar 8 ekor habis,” imbuhnya.

Hesty tetap mempertahankan kekhasan sop ayam bungur yang dikelolanya, yaitu kuah bening berkaldu, suiran ayam, kecambah dan taburan kucai, serta kecap dan sambal sesuai selera pelanggan. Rasanya yang gurih nikmat, membuat lidah pelanggan ketagihan.

Seorang pelanggan, Nindy kepada tagarjatim.id mengatakan, sop ayam bungur masuk dalam kategori kuliner andalan di Kota Blitar. Perpaduan rasa kuahnya dan lauknya, membuat yang menikmati ketagihan untuk kembali.

“Sop ini rasanya enak, jika dalam hitungan 1 sampai 10 ini nilainya 8. Porsinya juga pas banget untuk sarapan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H