Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Tahun ajaran baru 2025/2026 resmi dimulai, Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Kabupaten Malang, menyambut para santri baru dengan kegiatan Masa Taaruf Santri (Mastasari) yang digelar selama sepekan, mulai 12 hingga 18 Juni 2025.

Beragam kegiatan disiapkan untuk memperkenalkan lingkungan pesantren kepada para santri, mulai dari layanan kesehatan, literasi, hingga permainan edukatif.

Dalam pemeriksaan kesehatan gratis, pihak ponpes menyediakan beragam layanan mulai dari tensi darah, cek gula darah, hingga konsultasi dengan dokter umum. Dalam layanan ini pihak ponpes berkerjasama dengan RS UMM.

“Ada cek tensi (darah, red), gula darah, konsultasi gratis dengan dokter umum,” ujar Yogi Hadi Pranata, Staf Humas RS UMM pada Sabtu (12/7/2025).

Menurut Yogi, layanan ini hanya tersedia di hari pembukaan. Meski begitu, hingga pukul 10.00 WIB, sudah ada lebih dari 15 orang yang memanfaatkannya.

Tak hanya tes kesehatan, literasi juga jadi sorotan di Mastasari PPI AMF. New Book Store (NBS) UMM membuka lapak buku dan alat tulis di lokasi kegiatan. Tersedia ratusan item mulai dari buku fiksi, buku anak, motivasi, hingga perlengkapan sekolah dengan potongan harga 10 persen.

“Satu transaksi bisa tiga item yang dibeli,” kata Achmad Dwi Agung Hidayathullah, staf NBS UMM.

RBC Institute A. Malik Fadjar juga ikut berpartisipasi dengan menyediakan buku-buku bertema kemuhammadiyahan dan tokoh Abdul Malik Fadjar. Tak hanya bisa dibeli, pengunjung juga dapat meminjam buku dari mobil perpustakaan keliling mereka yang dikenal sebagai ‘Mobil Terbang’.

Daya tarik lain dari Mastasari kali ini adalah permainan ‘ular tangga cerdas’ yang disiapkan RBC Institute A. Malik Fadjar.

Uniknya, pion dalam permainan ini adalah pemain itu sendiri, dan setiap kotak memiliki tantangan fisik seperti melompat sambil menyebut nama atau bernyanyi. Pemenang permainan mendapatkan hadiah berupa makanan ringan seperti roti dan susu.

Permainan ini mendapat apresiasi dari Ary Wijayanti, salah satu wali santri asal Surabaya. Menurutnya, konsep edukatif seperti ini sangat cocok untuk anak-anak, terutama yang memiliki karakter pendiam. “Bisa dicontoh juga di sekolah saya,” ujar Ary.

Dia menyebut, permainan ini membantu anak-anak introver menjadi lebih aktif. Bahkan, putrinya yang biasanya enggan mengikuti kegiatan publik, tertarik untuk mencoba.

“Pokoknya permainan ini cocok untuk introver seperti anak saya. Dia mau mencoba itu sudah Alhamdulillah bagi saya,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H