Kota Batu, tagarjatim.id – Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur menanjak menuju Gunung Panderman, Pemerintah Desa Pesanggrahan Kota Batu resmi melarang penggunaan sepeda motor matic bagi para pendaki yang hendak menuju jalur pendakian via Dusun Toyomerto. Larangan ini diterapkan khusus bagi pengunjung luar daerah yang belum memahami medan yang ekstrem dan berliku.
Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, menuturkan bahwa larangan ini diambil berdasarkan sejumlah kejadian kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tersebut, terutama saat perjalanan turun.
“Larangan ini kami berlakukan untuk melindungi keselamatan para pendaki, khususnya yang tidak terbiasa dengan karakter jalur menuju Dusun Toyomerto yang menanjak curam dan penuh tikungan. Beberapa kali terjadi rem blong, terutama pada motor matic saat perjalanan turun,” ungkap Imam Wahyudi saat ditemui, Jumat (11/7/2025).
Sebagai solusi, pihak desa bersama para pemuda setempat telah menyediakan lahan parkir yang aman di bawah jalur pendakian, lengkap dengan layanan ojek khusus menggunakan motor non-matic. Layanan ini tak hanya mengantar hingga titik awal pendakian, tetapi juga sekaligus menjaga keamanan kendaraan milik para pendaki.
“Kami sudah siapkan lahan parkir yang cukup luas. Untuk biaya jasa ojek hanya dikenakan tarif Rp 20 ribu, itu sudah termasuk pengantaran ke atas dan penjagaan motor selama pendakian,” tambah Imam.
Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Para pemuda setempat kini aktif menjadi ojek pendakian dan pengelola parkir, yang membuka peluang ekonomi baru di kawasan wisata alam tersebut.
Gunung Panderman sendiri merupakan salah satu ikon alam Kota Batu. Dengan ketinggian puncaknya, Basundara, yang mencapai 2.045 mdpl, gunung ini menawarkan pemandangan memesona dan hawa sejuk yang khas. Jalur pendakiannya menjadi favorit para pelancong, baik untuk trekking santai maupun sekadar melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
Meski terlihat tidak terlalu tinggi, medan menuju puncak tetap menantang. Tak heran, keselamatan pendaki menjadi perhatian serius dari pemerintah desa dan warga.
Bagi Anda yang ingin berwisata ke Gunung Panderman, pastikan untuk mematuhi aturan ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Hindari penggunaan motor matic ke jalur atas, dan manfaatkan fasilitas transportasi lokal yang telah disediakan warga.(*)




















