Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Haul Eyang Raden Mas Iman Soedjono adalah kegiatan tahunan di Pesarean Gunung Kawi, terletak di lereng Gunung Kawi, Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur bertepatan dengan 12 Suro sesuai kalender Jawa.

Eyang Raden Mas Iman Soedjono adalah cicit dari Sultan Hamengku Buwono I, murid, serta penerus kedudukan Eyang Djoego setelah tutup usia. Tokoh masyarakat ini dikebumikan tepat di sebelah gurunya di Pesarean Gunung Kawi pada 8 Februari 1876, 12 Suro 1805 Jimawal.

Saat ini, Pesarean Gunung Kawi terus dikelola oleh keturunan dari Eyang Raden Mas Iman Soedjono. Sejak wafatnya Eyang Djoego, beliau memutuskan untuk menetap di Desa Wonosari sembari merawat pusara Eyang Djoego, sekaligus mempersilahkan para peziarah mengunjungi makam Eyang Djoego.

Eyang Raden Mas Iman Soedjono mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang-orang di sekitarnya dalam bentuk memberi pengetahuan agama, agrikultur, dan sifat-sifat baik manusia.

Haul sendiri adalah serangkaian kegiatan adat Jawa yang persiapannya kurang lebih selama satu bulan sebelum puncak acara, yakni kirab sesaji dan penyekaran agung akan dilaksanakan pada Hari Senin, 7 Juli 2025 dan diikuti oleh tahlil dan yasin pada malam harinya.

Kirab sesaji merupakan prosesi penghormatan dengan membawa sesaji dan berbagai perlengkapan upacara lainnya, sementara penyekaran agung menandai pengabdian dan kesetiaan dalam mengikuti jejak spiritual Eyang Raden Mas Iman Soedjono.

Rute pelaksanaan kirab sesaji dilakukan dari area Pesarean Gunung Kawi ke Padepokan Raden Mas Iman Soedjono lalu naik ke Pendopo Pesarean untuk melaksanakan kegiatan penyekaran agung.

Sebelumnya, rangkaian acara haul akan dimulai dengan pembacaan macapat tentang sejarah Gunung Kawi dan pagelaran wayang kulit pada Minggu, 6 Juli 2025 dan akan diakhiri dengan kegiatan sanggar seni banjari dan terbang jidor tepat pada Hari Selasa, 8 Juli 2025.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah upaya dari Yayasan Ngesti Gondo sebagai pengelola Pesarean Gunung Kawi untuk terus melestarikan Budaya Jawa, adat istiadat, dan sejarah secara berkesinambungan.

Rangkaian acara Haul terbuka untuk umum, dimana juga akan dihadiri oleh keluarga dan karyawan Yayasan Ngesti Gondo, masyarakat setempat, serta sejumlah pejabat daerah serta tamu-tamu Yayasan lainnya.

Peziarah yang ingin bergabung dalam rangkaian acara Haul dapat mengenakan busana adat Jawa. Untuk perempuan mengenakan sanggul, kebaya hitam, dan dibalut jarik. Sedangkan laki-laki memakai belangkon, beskap hitam, dan jarik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada budaya maupun adat yang ada di Pesarean Gunung Kawi. Tempat ini tidak hanya untuk tujuan wisata religi saja, tetapi juga pusat pelestarian nilai-nilai budaya lokal. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H