Penulis : Aming Naqsabandi
Kediri, tagarjatim.com – Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko mengungkapkan tentang tiga kunci utama yang ia pegang teguh hingga saat ini mampu membawanya memimpin Udinus memiliki 17 ribu mahasiswa aktif. Tiga kunci utama tersebut juga ditularkan oleh Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kepada Kepala SMK Swasta se-Kabupaten Kediri.
Rektor menjelaskan ketekunan, kekompakan, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun serta mengembangkan sebuah institusi yang berkualitas.
Ia menjelaskan perkembangan Udinus berawal dari kursus komputer, hingga kini mampu memiliki Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kediri. Bahkan, saat ini Udinus memiliki akreditasi tertinggi yakni ‘Unggul’ pada bulan Maret 2022.
“Dengan memberikan menanamkan tiga kunci utama ini kepada seluruh civitas academica Udinus, akreditasi unggul pun bisa diraih. Akreditasi lah yang menjadi faktor utama kepercayaan masyarakat kepada Udinus karena terbukti memiliki kualitas akademik yang mumpuni,” katanya dalam Workshop Peningkatan Kompetisi yang diikuti oleh 63 kepala sekolah SMK swasta di seluruh Kabupaten Kediri, Senin (26/2/2024).
Lebih lanjut, guru besar di bidang technopreneurship itu juga menyampaikan bahwa ketiga kunci utama tadi ikut diturunkan dari dosen ke mahasiswa. Sehingga mereka terus terdorong untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang memberikan dampak nyata di masyarakat umum. Khususnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informatika, yang menjadi senjata utama dari kampus yang dijuluki ‘Kampus IT’ tersebut.
“Dosen dan mahasiswa kami tuntun untuk lebih memperhatikan terharap perkembangan teknologi, terutama di bidang Artificial intelligence (AI). Inovasi Udinus yang memanfaatkan perkembangan itu seperti Becak Listrik Kampus Udinus (Becik-KU), dan Robot Catur Kampus Udinus (Roca-KU),” jelas Prof. Edi.
Pihaknya juga sangat peduli dengan pelestasian budaya lokal. Dengan dipadukan teknologi, maka muncul beberapa inovasi ikut melestarikan budaya lokal yakni gamelan. Inovasi itu antara lain Robot Gamelan Sekar Nuswantoro yang mampu memainkan alunan musik dengan instrumen gamelan yang mampu bermain 24 jam nonstop.
“Kami juga mengembangkan Gamelan Metaverse yang memanfaatkan Virtual Reality (VR) agar siswa dapat memahami gamelan tanpa perlu memiliki instrumen fisiknya,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah yang hadir tersebut untuk bisa mempengaruhi timnya dalam mewujudkan tiga kunci utama. Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi pemimpin yang dapat membawa institusinya maju dan memberikan dampak positif.
“Baik itu untuk institusi sendiri, siswa yang menuntut ilmu, serta masyarakat umum di lingkup Kabupaten Kediri. Jangan takut untuk nekat dengan tetap melakukan perhitungan matang, terus meminta tuntunan Tuhan YME,” ungkap dia.
Kasi SMK Cabdin Wilayah Kediri, Sidik Purnomo memberikan apresiasi bagi Udinus yang telah menularkan ilmunya. Ia berharap materi yang diberikan itu mampu menginspirasi kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kediri.
“Semoga tips dan trik yang diberikan bisa langsung kami implementasi dalam memimpin institusi kami masing-masing. Untuk menjadi suntikan semangat baru untuk kepala sekolah dan guru-guru SMK di Kediri,” tutupnya.
Hadir pula dalam acara itu Pengawas SMK Imam Satori, Direktur PSDKU Udinus Kediri Abdul Syukur, Ketua MKKS SMK swasta Kabupaten Kediri Mohamad Fadholi, serta pengurus MKKS swasta Kabupaten Kediri. (*)




















