Kota Malang, tagarjatim.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong akselerasi transformasi digital di lingkungan birokrasi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggandeng AI Center Universitas Brawijaya (UB) dalam penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Transformasi Digital Jawa Timur yang digelar di Auditorium Algoritma, Fakultas Ilmu Komputer UB, Kamis (3/7/2025).
Forum ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim dan melibatkan langsung para akademisi serta peneliti dari AI Center UB. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebutuhan teknologi dengan solusi akademik berbasis kecerdasan buatan.
Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga membangun jembatan konkret antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk merumuskan solusi digital yang aplikatif dan tepat guna.
“Melihat kondisi ini, apalagi kemudian UB punya AI Center, alangkah baiknya antara kebutuhan dan ketersediaan yang ada ini ada jembatannya. Kegiatan ini salah satunya menjadi jembatan kami mempertemukan, membuat komunikasi dan kolaborasi yang bagus antara teman-teman OPD di Jatim—ada 64 OPD—dengan AI Center di UB,” ujar Sherlita.
Selain forum diskusi, kerja sama ini juga diwujudkan dalam bentuk pelatihan berbasis digital bagi aparatur sipil negara (ASN). Pelatihan dirancang untuk dua kelompok utama, yakni ASN tanpa latar belakang teknologi informasi dan ASN dengan kompetensi IT, dengan tujuan meningkatkan literasi teknologi dan penerapan sistem berbasis AI di masing-masing instansi.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemprov Jatim untuk menjadi provinsi pelopor dalam penerapan kecerdasan buatan dalam tata kelola pemerintahan yang efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, Jawa Timur menargetkan terwujudnya birokrasi modern yang didukung teknologi terkini sebagai bagian dari reformasi digital nasional.(*)




















