Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Potensi susu kambing jenis Saanen dan Safera semakin dilirik sebagai komoditas unggulan peternakan di Kabupaten Malang. Produksi tinggi serta masa laktasi panjang membuatnya berpeluang besar menjadi alternatif susu selain sapi. Namun, pemasaran masih menjadi tantangan utama.
Pengembangan susu kambing ini menjadi fokus kunjungan Bupati Malang Sanusi dalam program Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) yang digelar di Desa Ganjaran, Senin (30/6/2025). Kunjungan dilakukan di peternakan Talitha Fata Farm, milik Triwit Wahyu Karyono, yang telah berhasil membudidayakan kambing perah secara mandiri.
“Usaha ternak kambing perah ini adalah inovasi dari peternak muda. Produksi susunya bisa mencapai 60 liter per hari dan dijual langsung setiap hari,” ujar Sanusi.
Sanusi mendorong para peternak muda agar belajar dan bermitra dengan peternak sukses seperti Talitha Fata Farm, untuk mengembangkan produksi susu kambing secara berkelanjutan.
Pemilik Talitha Fata Farm, Triwit Wahyu Karyono, menyampaikan bahwa susu kambing memiliki prospek besar di wilayah Kabupaten Malang. Selain produksi yang menjanjikan, kualitas susu kambing juga tidak kalah dengan susu sapi.
“Kami telah menjalin kemitraan dengan beberapa peternak, menyediakan pejantan unggul, dan membagikan anakan hasil kawin silang kepada mitra. Kami ingin peternakan kambing perah tumbuh lebih luas di Malang,” jelas Triwit.
Triwit juga menambahkan bahwa susu kambing memiliki keunggulan dalam struktur lemak yang lebih kecil dibandingkan susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna.
“Susu kambing rendah laktosa dan cocok bagi orang yang memiliki masalah pencernaan. Kandungan gizinya pun lengkap, seperti kalsium dan vitamin. Ini bisa menjadi pilihan sehat masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah dan peternak muda, susu kambing kini bukan sekadar alternatif, tapi harapan baru bagi kemajuan peternakan di Kabupaten Malang.(*)




















