Kabupaten Sidoarjo,tagarjatim.id – Suhu politik internal PDI Perjuangan Sidoarjo memanas. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan akhirnya turun tangan. Melalui SK Nomor 1769/KPTS/DPP/VI/2025, DPP mencopot Sumi Harsono dari kursi Ketua DPC dan menonaktifkan Samsul Hadi dari posisi Sekretaris DPC.
Tak main-main, DPP langsung menunjuk Hari Yulianto sebagai Plt Ketua DPC dan Bambang Riyoko sebagai Plt Sekretaris DPC.
“Langkah ini merupakan hasil dari mekanisme internal partai yang telah berjalan sesuai aturan organisasi,” ujar Budi ‘Kanang’ Sulistyono, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim, saat dikonfirmasi,Minggu (29/6/2025).
Budi tak menampik bahwa ada dinamika serius yang terjadi di tubuh DPC Sidoarjo. Pihaknya pun langsung merespons cepat.
“Beberapa waktu lalu, memang ada dinamika di internal DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang kemudian menjadi perhatian serius. Akhirnya DPP memutuskan untuk membebastugaskan Sumi Harsono sebagai Ketua DPC dan Samsul Hadi sebagai Sekretaris DPC,” ungkap politisi senior yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu.
Ia menegaskan bahwa keputusan ini final. Tidak ada ruang tawar-menawar bagi kader.
“Dalam organisasi kami, keputusan yang telah ditetapkan DPP adalah mandat organisasi. Semua kader dan pengurus wajib menjalankannya dengan disiplin dan semangat loyalitas ideologis. Kami berharap, keputusan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal dan mempercepat kerja-kerja politik dan kerakyatan di Sidoarjo,” tandas mantan Bupati Ngawi yang akrab disapa Mbah Kung itu.
Di tempat terpisah, Hari Yulianto menyatakan siap menunaikan mandat partai. Ia akan bergerak cepat untuk merapikan struktur dan membangun soliditas di tubuh banteng Sidoarjo.
“Kami segera menggelar konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat ranting dan anak ranting. Ini penting agar barisan struktural partai kembali solid dan siap menghadapi berbagai agenda politik dan kerakyatan,” ujarnya.
Politikus yang juga anggota DPRD Jatim itu menekankan bahwa perjuangan politik bukan semata demi partai.
“Kami ingin memastikan bahwa PDI Perjuangan tetap hadir sebagai partai pelopor. Konsolidasi bukan hanya menyangkut struktur, tapi juga ideologi dan semangat perjuangan. Kami ingin mengembalikan semangat gotong royong, kerja bersama, dan kepemimpinan kolektif,” katanya.
Hari juga membuka ruang dialog dengan berbagai elemen partai yang sempat bersitegang. Ia ingin suasana kembali kondusif, dan mesin partai kembali menyala penuh menjelang hajatan politik ke depan. (*)




















