Penulis : Aming Naqsabandi
Kediri, tagarjatim.com – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, kolaborasi bersama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri untuk menciptakan wirausaha baru. Hal ini dikemukakan saat pelantikan DPD KNPI Kota Kediri periode 2024-2027 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.
PJ Walikota Kediri Zanariah mengatakan bahwa sebagai wadah berbagai organisasi kepemudaan, KNPI konsisten mendorong peran aktif generasi muda.
Menurut Zanariah melalui berbagai program KNPI terus menggelorakan semangat untuk bergerak dan berkontribusi pada negeri, salah satunya melahirkan aktivis preneur yang selaras dengan program unggulan Pemerintah Kediri yaitu menciptakan wirausaha baru.
“Semoga kolaborasi yang baik antara KNPI dan Pemkot Kediri dapat terjalin semakin kuat,” ungkapnya Jumat (24/2/2024).
Zanariah mengaku ia menantikan gebrakan dan inovasi program dari kepengurusan baru yang dapat mengembangkan potensi unggul generasi muda dan menjawab tantangan era saat ini demi masa depan.
“Selamat menjalankan amanah bung dan puan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. KNPI Kota Kediri semakin solit, membawa semangat kepemudaan,” pungkasnya.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri Zachrie Achmad mengatakan bahwa pengurus KNPI Kota Kediri periode 2024-2027 adalah energi baru yang akan siap dan mau bekerja keras mewujudkan aktivis preneur menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Harapan kita mereka akan memiliki gebrakan baru dan aktivitas enterprener, mengingat kondisi Kota Kediri yang memungkinkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Sehingga KNPI bisa ikut serta dalam membangun Kota Kediri,” ujarnya.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri Munjidul Ibad juga menjelaskan tentang tema aktivis preneur menyongsong Indonesia Emas 2045 yang diusung pada pelantikan periode ini. Menurutnya aktivis preneur adalah suatu kebutuhan, karena negara bisa dikatakan maju jika pengusahanya berjumlah diatas 4%.
“Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia baru sekitar 3,4% saja, harapannya dengan mencipatakan aktivis preneur pada tahun 2045 mendatang jumlah pengusaha di Indonesia bisa mencapai 4% atau bahkan lebih,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ibad mengatakan pihaknya sengaja mengambil tema aktivis preneur tidak hanya untuk mendorong aktivis pandai retorika saja tapi aktivis yang bisa memberikan lapangan pekerjaan, aktivis yang action, bisa menopang ekonomi khususnya di Kota Kediri. (*)




















